INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan Anti-Corruption Summit 2018 dengan tema ‘Satu Pikir, Satu Akal Lawan Korupsi’. Fokus pertemuan ini adalah penguatan sistem pusat kajian anti korupsi di tingkat perguruan tinggi.
Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, turut mengapresiasi kolaborasi antara Perguruan Tinggi (PT) dan komunitas masyarakat sipil semakin kuat untuk memerangi korupsi.
“Jika perguruan tinggi dan masyarakat sipil berkolaborasi, kedepannya korupsi bisa dihapuskan. Bahkan mungkin tidak ada lagi,” ujar Laode.
Menurutnya, PT berperan memberi pengajaran pendidikan anti korupsi. Katanya, semua lembaga pendidikan bisa mengadakan studi atau pengajaran terkait anti korupsi.
“Pendidikan anti korupsi harus dimulai dari diri sendiri. Sikap anti korupsi dimulai dari kecil dalam diri. Misalnya, mencontek ketika ujian. Saat ujian kita harus jujur. Kebiasaan siswa mencontek tanpa kita sadari itu adalah perbuatan mencuri,” jelasnya.
Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam mengatakan, sebagai salah satu universitas berbasis pendidikan, tentu harus mendukung kegiatan yang baik ini.
“Kita sangat mendukung pendidikan anti korupsi dapat diterapkan dalam kampus. Ini agar lulusan yang akan terjun ke masyarakat, tidak lagi tergoda untuk mengambil yang bukan haknya,” kata Husain disela-sela kegiatan, Rabu (24/10/2018).
Ia berharap, kampus sebagai tempat orang-orang cerdas dan mampu memberi kontribusi positif dalam hal mendukung langkah-langkah KPK, khususnya dalam memerangi korupsi.
Penulis: Rhenno
Penulis : Asri Syahril





