Pejabat tak Perlu Takut Dengan Wartawan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tenri A Palallo.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM,MAKASSAR — Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tenri A Palallo yang juga mantan wartawan mengimbau pada rekannya sesama pejabat SKPD di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, agar tidak takut pada wartawan.

‘’Pejabat tidak perlu harus takut dengan wartawan. Tidak perlu dihindari. Karena wartawan itu juga manusia biasa. Tidak perlu ditakuti. Semakin dihindari dan dijauhi,  wartawan semakin penasaran. Kalau ada pejabat yang takut dengan wartawan, itu ada apa-apanya.”

Hal tersebut ditegaskan Tenri  saat menjadi nara sumber pada seminar bertajuk, ‘Sinergitas Pemerintah dan Media Mewujudkan Pemerintah yang Profesional, Transparan, dan Akuntabel’.

Bacaan Lainnya
Subhan Yusuf.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Selain Tenri, seminar yang digelar Humas Pemkot Makassar di Hotel Golden Tulip, Senin (12/11/2018) siang itu  juga menghadirkan dua nara sumber lainnya yakni praktisi media, Subhan  Yusuf dan dosen jurnalistik UIN Alauddin, Dr Firdaus Muhammad.

Menurut mantan anggota KPU Kota Makassar ini pejabat justru harus dekat dengan wartawan, atau siapapun.

‘’Seorang pejabat wajib menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pelayan masyarakat. Ketika pejabat ditanya wartawan, harus jawab. Jangan justru dihindari. Pejabat, jangan pula takut dikritik, “ katanya.

Tugas wartawan, timpal Subhan  mencari tahu semua informasi itu untuk publik.

“Tinggal melihat apakah mereka sudah sesuai kode etik atau tidak. Wartawan juga bisa diperkarakan atau dituntut, “ katanya menjawab pertanyaan seorang peserta seminar.

Seorang wartawan,  lanjut dia,  wajib menyajikan berita yang berimbang, objektif serta cek dan ricek terkait kebenaran suatu informasi.

Menurut dia, di era reformasi, insan pers punya kebebasan dalam menyajikan berita ke publik, namun kebebasan itu bukan berarti dapat dengan seenaknya menyampaikan informasi tanpa memperhatikan kode etik, berita berimbang serta tidak menyebarkan fitnah.

Sementara, itu Firdaus Muhammad mengatakan pers di era reformasi jauh lebih bervariasi dengan menyajikan berita dalam sudut pandang berbeda. Namun, perbedaan sudut pandang itu jangan sampai menyalahi kode etik, ” katanya.

Seminar sehari yang digelar Humas Pemkot Makassar ini diikuti sekitar 100 peserta. Mereka berasal dari kalangan jurnalisdan Humas SKPD dan Perusahaan Daerah (Perusda) dalam lingkup Pemkot Makassar.

Seminar ini dibuka oleh Sittiara Kinnang, Asisten II mewakili Walikota Makassar.

”Seminar ini digelar untuk menyatukan persepsi antara Pemkot Makassar da insan pers dalam rangka sinergitas pemerintah dan media dalam mewujudkan pemerintah yang profesional, transparan, dan akuntabel,” jelas Andi Reza, Kabag Pemeberitaan Humas Pemkota Makassar.

 

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait