Indikasikan Bertahan, Manajemen Harus Tegas Evaluasi Robert

Robert Alberts.

InfoSulsel.com, Makassar – Desas desus mengenai masa depan Robert Alberts melatih PSM Makassar musim depan sedikit demi sedikit menemui titik terang. Pelatih berusia 64 tahun tersebut mengirim sinyal untuk tetap bersama Juku Eja.

Hal tersebut terlihat saat Chief Executive Officer (CEO) PSM Makassar, Munafri Arifuddin mengunggah foto pertemuannya dengan Robert Alberts bersama empat asisten pelatih di akun instagram pribadinya @appi_mika.

Bacaan Lainnya

Seperti yang diketahui, Robert mengungkapkan akan bertemu jajaran asistennya dan CEO PSM Makassar untuk membahas pemain yang akan dipertahankan dan juga pemain incaran dalam waktu dekat sebelum kembali ke kediamannya di Malaysia.

“Pekan ini saya akan bertemu jajaran staf pelatih saya untuk membahas itu (pemain) kemudian mengajukannya kepada Pak Appi untuk membangun tim baru yang lebih kuat,” ungkap Robert.

Perlu juga diingat, Robert juga masih terikat kontrak bersama Juku Eja hingga 2021. Pelatih asal Belanda tersebut mendapat kontrak jangka panjang setelah Liga 1 2017 berakhir.

Perlu Evaluasi

Robert memang seperti dewa penyelamat. Datang pada turnamen Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016, Robert menyelamatkan Juku Eja dari zona degradasi ke papan atas dan mengembalikan nama besar PSM Makassar sebagai klub besar yang disegani di Indonesia.

Meski demikian, sudah saatnya manajemen PSM Makassar tegas kepada eks pelatih Arema FC tersebut. Sebabnya, sejak kembali menukangi Juku Eja pada ISC 2016, Robert baru mempersembahkan trofi yakni PSM Super Cup Asia 2018 yang notabene turnamen pra musim yang digelar PSM Makassar sendiri.

Tidak hanya itu, tidak seperti pelatih PSM Makassar sebelumnya, Robert mendapat kebebasan penuh dalam memilih para pemain terbaiknya, menentukan jadwal pra musim, dsb. Namun, sang pelatih telah melewati tiga musim tanpa satu pun target yang terealisasi.

Target yang Gagal

Pada ISC 2016, Robert menukangi PSM Makassar sejak pekan keenam menggantikan Luciano Leandro yang dinilai gagal, berhasil mengangkat Juku Eja ke papan atas. Namun, Robert gagal memenuhi target manajemen untuk finish empat besar. PSM Makassar justru mengakhiri kompetisi di peringkat enam setelah menelan kekalahan pada dua pekan terakhir.

Pada musim 2017, Robert telah melepas turnamen pra musim Piala Presiden dengan dalih ingin fokus membangun kerangka tim dan menggelar training camp di Bali karena ditarget meraih juara di liga. Hasilnya pun terbukti pada Liga 1 2017, sejak pekan pertama hingga terakhir Juku Eja konsisten di tiga besar. Namun, de ja vu kembali menerpa pada dua pekan terakhir, Bali United memupus target juara PSM Makassar kala itu setelah menang 1-0 di Makassar.

Terbaru, Robert kembali melepas Piala Presiden dengan alasan yang sama namun berhasil mempersembahkan trofi PSM Super Cup Asia 2018 dengan mengalahkan Home United (Singapura) dan MND FC (Myanmar). Namun, pada Liga 1 2018, Robert kembali gagal meraih target juara setelah kalah satu poin dari Persija Jakarta pada klasemen akhir.

Tidak hanya itu, Robert pun gagal memenuhi beberapa target tambahan yang diberikan oleh manajemen musim ini. Diantaranya adalah 100% kemenangan kandang dan sapu bersih 5 pertandingan awal musim ini. Target terebut pun buyar pada pekan ketiga saat Persela Lamongan meraih kemenangan 3-2 di Makassar.

Tentunya, untuk mewujudkan target juara yang telah lepas selama 18 tahun, manajemen PSM Makassar yang dipimpin CEO Munafri Arifuddin perlu bersikap tegas kepada Robert Alberts agar tidak ada lagi target yang lepas begitu saja.

Editor: Adriyan

Pos terkait