LK FBS UNM Serukan Penolakan Terhadap Segala Bentuk Kekerasan Akademik di Kampus Orange

Aksi demonstrasi LK se-FBS UNM di Kampus UNM Parangtambung, Selasa (4/12/2018).

InfoSulsel.com, Makassar – Lembaga Kemahasiswaan (LK) se-Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Univesitas Negeri Makassar (UNM) mengggelar Seruan Aksi di Gerbang Utama FBS UNM Parangtambung, Selasa (4/12/2018).

Seruan aksi ini mengangkat topik “Stop Kekerasan Akademik” sebagai grand isu dan menyuarakan dua tuntutan, yaitu Pemberikan Sanksi kepada Dosen yang melakukan Pemukulan terhadap mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNM dan Pencabutan SK Skorsing Enam Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) UNM.

Bacaan Lainnya

Aksi kali ini diwarnai dengan pembentangan spanduk, penyampaian orasi, pembagian selebaran, pembakaran ban, dan pembacaan puisi oleh Muhammad Hidayat.

Koordinator Lapangan (Korlap), Muhammad Hidayat mengungkapkan, aksi ini sebagai bentuk penolakan LK FBS UNM terhadap kekerasan akademik.

“Aksi ini adalah bentuk penolakan LK FBS terhadap segala bentuk tindak kekerasan akademik yang dilakukan oleh segelintir oknum, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ungkap Yayat, sapaan akrabnya.

Selain itu, salah satu massa Aksi, Sulkifli menuturkan, tujuan diadakannya aksi kali ini untuk mengkampanyekan merajalelanya tindakan kekerasan akademik di dalam kampus.

“Aksi hari ini berbeda dengan aksi aksi yang kemarin, tujuan aksi kali ini lebih kepada mengkampanyekan kekerasan akademik yang terjadi,” tutur Sulkifli.

Lebih lanjut, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS UNM, Youri angkat bicara mengenai aksi ini.

“Kekerasan Akademik yang terjadi di FE UNM melalui SK skorsing kepada enam mahasiswa dan kekerasan fisik yang dilakukan oknum birokrasi kepada mahasiswa FIK UNM merupakan penjarahan atas Hak Asasi Manusia (HAM),” ujarnya.

Youri juga menyebut, gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa melalui serangkaian aksi adalah wujud perlawanan menentang ketidakadilan.

“Aksi ini merupakan bentuk solidaritas kami dalam mengkampanyekan segala bentuk kekerasan akademik dan pemberangusan HAM harus dilawan,” tegas mahasiswa angkatan 2014 ini.(***)

Penulis: Rhenno | Editor: Adriyan

Pos terkait