Ambulans Nasdem Dibakar, Syaharuddin Enggan Salahkan Mahasiswa Sepenuhnya

  • Whatsapp
Seorng warga berusaha memadamkan api yang membakar mobil ambulans milik Partai Nasdem.(IST)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Makassar di Jl AP Pettarani, Kota Makassar dirusak saat aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Kamis (22/10/2020) malam. Pelaku belum ditemukan sampai saat ini.

Selain merusak kantor partai Nasdem, ambulans berstiker Nasdem juga dibakar. Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif mengutuk perusakan Sekretariat DPD Nasdem Makassar dan pembakaran satu unit mobil ambulans tersebut.

Muat Lebih

Atas persitiwa tersebut, Politikus Nasdem itu enggan menyalahkan sepenuhnya jika penyebab kekacauan itu diakibatkan murni oleh mahasiswa.

Menurut Syahar sapaan akrab Syaharuddin Alrif, ada kelompok yang menyusupi demo mahasiswa itu. Dia berharap pelaku pembakaran ambulans kemanusiaan dan perusakan kantor Nasdem Makassar dapat hidup tenang.

“Ini sudah keterlaluan. Kami mengutuk keras kejadian ini. Siapapun pelakunya, kami berharap hidup mu tenang dan bahagia dan puas telah melakukan perbuatan pengecut dan pencundang seperti ini,” katanya Jumat (23/12/2020).

Meski begitu, Syahar menyebut jika ia sangat mengapresiasi penyampaian aspirasi dari mahasiswa yang berunjuk rasa.

Pihaknya pun mendesak Kapolrestabes Kota Makassar serta Kapolda Sulsel segera menangkap pelakunya dalam waktu singkat. Ia juga meminta kepada pihak kepolisian agar melakukan penjagaan pada kantor Nasdem Kota Makassar.

“Ini murni sudah kriminal dan disusupi oleh oknum yang memanfaatkan mahasiswa. Ke depan, mestinya pihak kepolisian disiplin membubarkan aksi massa yang sudah melewati batas waktu sesuai aturannya,” tegas Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law Undang-undang Cilaka terjadi di Jalan AP Pettarani tepat di depan kampus UNM Makassar, Kamis (22/10/2020) dan berujung ricuh.

Massa aksi serta warga sekitar terlibat bentrok. Saling lempar batu pun tak terhindarkan hingga membuat warga yang ingin melintas di jalan itu harus melewati jalur alternatif.(ani)

Pos terkait