INFOSULSEL.COM, MAKASSAR—PEMILU 2019 sisa menghitung hari. Rabu, 17 April 2019 menjadi hari penentuan bagi ribuan Calon Anggota Legislatif (Caleg) di seluruh Indonesia. Tak terkecuali di Kota Makassar.
Dari ratusan Caleg yang tengah bertarung berebut 50 kursi di DPRD Kota Makassar, salah satunya adalah Ketua Pengurus Kota Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengkot Pertina) Makassar, M Tawing, SE.
Tawing memilih bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 meliputi kecamatan, Biringkanayya dan Tamalanrea lewat Partai Amanat Nasional (PAN). Ia memilih nomor urut 9.
Ayah dari Ananda Istin Raihana Tawing (10 tahun) dan Muhammad Reski Ramadhan (8 tahun) kini menincar satu kursi di parlemen. Kedekatannya dengan masyarakat di kecamatan Biringkanayya dan Tamalanrea menjadi modal lelaki kelahiran 1 Desember 1975 ini. Hal ini terbukti dari kunjungannya dalam rangka sosialisasi ia mendapat respon dan antusaisme yang cukup baik dari masyarakat.
Lelaki bersahaja, humoris dan murah senyum ini juga dikenal dekat dengan kalangan buruh di Kawasan Industri Makassar (KIMA). Apalagi ia juga adalah pengusaha yang berkantor di kawasan industri itu.
Demi mengejar cita-citanya sebagai legislator, Tawing tidak berpangku tangan di belakang meja. Meski namanya cukup dikenal di Dapil 3, ia tetap saja rutin mengunjungi warga. Itu dilakukan tidak hanya saat jelang Pemilihan Legislatif (Pileg). Suami dari Sri Masniawati ini dikenal sebagai ‘Bapak gaul’.
Tekad lelaki yang hobby dengan olahraga bela diri ini mengabdikan dirinya di dunia politik sudah bulat. Menurutnya, menjadi legislator merupakan salah satu cara untuk menjembatani kebutuhan masyarakat Makassar, khususnya masyarakat kecil.
“Niat saya tak lain ingin menjembatani aspirasi masyarakat, agar keinginan maupun keluh kesah masyarakat khusunya masyarakat kecil dapat tersampaikan,” ucap Tawing.
Lewat parlemen, ia juga bisa ikut memberikan sumbangsi dalam memajukan kemajuan kota Makasar.
Meski begitu lelaki berlatar belakang pengusaha ini menyadari tantangan di Pileg 2019 cukup besar. Salah satunya berhadapan dengan sejumlah incumben yang sudah pasti punya modal politik yang kuat. Termasuk sesama para kader partai ia mengabdi.
‘’Bukan Tawing kalau tidak suka dengan tantangan. Justru tantangan itu membuat saya lebih termotivasi. Karena itulah kita harus benar-benar bisa mengimbangi dan cerdas memaparkan program kepada masyarakat,” katanya, optimis.
Tawing yang juga aktif di salah satu ormas terbeser di Indonesia, Pemuda Pancasila ini menyebut, sebagai calon wakil rakyat seorang politisi harus siap menjadi legislator yang benar-benar menjalankan tupoksi yang sesungguhnya.
‘’Sehingga bisa menjadi amanah, dan on the track dalam menjalaninya,” tegas Tawing yang sukses menggelar Kejuaran Tinju Amatir Walikota Cup II di Balai Prajurit Jendral M Yusuf, Makassar pada 12-16 Pebruari 2019.
Kejuaraan berskala nasional tersebut diikuti lebih 200 petinju dari 9 provinsi di Indonesia dan 15 kabupaten dan kota se Sulawesi Selatan. Sebagai Ketua Panitia yang juga Ketua Pertina Kota Makassar, petinju yang dibinanya mampu meraih juara umum dengan modal 7 medali emas, 4 perak dan 4 perunggu.
Berkat tangan dinginnya pula dalam mengelola manajemen Pertina, pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIX 2018 di Pinrang atlet Makassar juga mampu meraih prestasi membanggakan. Dari tujuh atlet yang berlaga di atas ring, semuanya meraih medali. Masing-masing 3 emas, tiga perak dan 1 perunggu.
‘’Ini bukti keseriusan saya dalam mengabdikan diri di dunia olahraga, khusunya di Makassar,” ujar lelaki asal kabupaten Soppeng yang sudah dua periode menjabat sebagai Ketua Pertina Kota Makassar ini.
Sukses menakhodai Pertina dan sukses sebagai pengusaha, Tawing yakin bakal sukses pula di dunia politik. Meski begitu ia sadar betul Dapil yang dipilihnya merupakan salah satu Dapil berat di antara 5 Dapil yang terbagi di kota Makassar. Apalagi sejumlah legislator incumbent kembali akan bertarung di Dapil tersebut.
‘’Tapi, saya tetap optimis. Bagi saya tidak ada politisi kawakan. Dalam berjuang semua Caleg punya peluang yang sama. Pendekatan dan komunikasi dengan masyarakat adalah kunci utama. Dan itu sudah saya lakukan jauh sebelum saya menjadi politisi,” ungkapnya.
Ia berharap, masyarakat dapat memberinya kesempatan duduk di parlemen lewat dukungan suara saat pemilihan 17 April 2019 nanti.
“Tanpa usaha dan dukungan masyarakat tentu kami juga tak bisa berbuat apa-apa,” ucap Tawing, merendah.
Pada Pileg 2014 lalu di Dapil Birigkanayya-Tamalanrea menyumbang 10 kursi. PAN hanya meraih satu kursi. Di Pileg 2019 Tawing yakin betul di Dapil ini ia bisa meraih satu kursi. Apalagi Parpol nomor urut 12 ini punya basis massa yang rill di kota Makassar, khususnya di kecamatan Biringkanyya dan Tamalanrea.
Dengan memantapkan niat, selain dukungan keluarga dan kerabat, serta berbagai pertimbangan, lelaki yang dikenal tegas, vokal dan tanpa kompromi dalam menegakkan kebenaran dan keadilan ini benar benar telah siap mengambil segala risiko untuk maju sebagai wakil rakyat.
Menurut lelaki yang berprinsip ‘Hidup adalah Amanah’ itu, terjun kedunia politik dan maju sebagai Caleg, adalah salah satu ruang untuk mewakafkan diri demi kesejahteraan masyarakat.
Penulis : SRI SYAHRIL





