INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Disharmonisasi antara organisasi kemahasiswaan dan pihak birokrasi Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi salah satu problem di lingkup civitas akademika kampus orange.
Alhasil, beberapa lembaga kemahasiswaan tidak mendapat pengakuan ataupun dilantik yang mengakibatkan tersendatnya dana kemahasiswaan.
Namun, bagi lembaga kemahasiswaan, tersendatnya dana tidak menjadi batu sandungan untuk tetap menjalankan program kerjanya meski harus tertatih.
Hal tersebut yang saat ini dialami Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar (HIMA AK FE UNM) yang tetap menggelar lomba karya tulis ilmiah tingkat mahasiswa dan lomba akuntansi tingkat siswa SMA/SMK/sederajat, yakni Accounting Fest 2019.
Permasalah tersebut membuat Wakil Walikota Makassar sekaligus alumni UNM, Dr. H. Syamsu Rizal MI, S.Sos, M.Si angkat bicara.
“Ada beberapa hal yang baru saya dapat karena situasi kemahasiswaan yang belum kondusif seperti yang kami harapkan,” ungkapnya setelah memberi sambutan pada kegiatan Accounting Fest 2019 di Ballroom Menara Pinisi UNM, Makassar, Minggu (17/2/2019).
Oleh sebab itu, Deng Ical sapaan akrabnya yang juga masuk ke dalam kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNM mencoba mencarikan solusi atas disharmonisasi antara birokrasi dengan lembaga kemahasiswaan.
“Sebagai alumni dan pengurus di IKA, kami akan berikan masukan kepada pihak rektorat untuk memastikan kondisi pembinaan kemahasiswaan seperti apa yang terbaik,” ujarnya.
“Tidak boleh ada lingkungan yang tidak mengoptimalkan potensi yang dimiliki adik-adik mahasiswa,” pungkasnya.(*/RP)





