INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Chief Executive Officer (CEO) PSM Makassar, Munafri Arifuddin mendukung Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola yang dibuat oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memberantas isu match fixing di sepakbola Indonesia.
Ia pun mengapresiasi Satgas Anti Mafia Bola yang menggeledah dua kantor PSSI di kawasan Kemang dan FX Sudirman, Jakarta, serta kantor PT. Liga Indonesia di Rasuna Office Park, Jakarta.
“Malahan saya suka ini, tidak apa-apa dilanjutkan saja. Kalau ini berlanjut, artinya ada suatu proses yang dibuat untuk membawa sepakbola Indonesia ke tempat yang lebih baik,” ungkap Munafri di Aryaduta Hotel, Makassar, Sabtu (2/2/2019).
Pria yang akrab disapa Appi ini menyebut match fixing membunuh karakter sepakbola Indonesia dan berharap oknum-oknum yang terbukti terlibat diberi efek jera.
“Coba bayangkan kalau benar terjadi ada match fixing dan sebagainya, kami sudah susah-susah membangun tim, mencari pemain terbaik, membibit anak-anak muda untuk bisa bermain baik tapi tiba-tiba pertandingan diatur dari luar kan sinting,” tegasnya.
Bahkan, Appi siap memberikan saran dan berharap surat protes yang diajukan klub sejak musim 2017 hingga 2018 juga diperhatikan Satgas Anti Mafia Bola.
“Kalau tidak ada satgas di mana kami bisa teriak, kemarin seakan-akan kami teriak di dalam hutan tapi tidak ada yang dengar. Satgas harus benar-benar masuk untuk mengungkap apa yang mereka cari,” tutupnya.
Satgas Anti Mafia Bola dibentuk langsung oleh Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Pol HM Tito Karnavian untuk memberantas mafia sepakbola yang mencuat di penghujung 2018.(*/16)





