INFOSULSEL.COM, GOWA – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gowa, AKBP Shinto Silitonga, S.Ik, M.Si menghadiri kegiatan pertemuan rutin bulanan Bhayangkari Cabang Gowa di Aula Endra Dharmalaksana, Selasa (12/8/2019).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua Bhayangkari Gowa, Ny. Oni Shinto tersebut diikuti oleh seluruh anggota Bhayangkari Cabang Gowa.
Pertemuan itu pun dimanfaatkan oleh Kapolres Gowa untuk memberikan edukasi kepada para Bhayangkari terkait maraknya propaganda Firehose of Falsehood yang terjadi di tengah masyarakat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.
“Firehouse of Falsehood merupakan propaganda jahat yang senantiasa dilakukan dengan menyebarkan kebohongan dan kekeliruan yang ciri-cirinya sangat mudah dikenali, diantaranya kebohongan yang diproduksi secara terencana dan disebarkan secara massif serta tidak perduli pada realita-fakta bahkan data,” ucap Shinto.
Selain itu, kebohongannya dibuat untuk menyebarkan kekeliruan yang mempengaruhi masyarakat serta dengan cepat memberikan klarifikasi bahkan meminta maaf jika kebohongan tersebut terbongkar.
Sejumlah contoh dari produk propaganda Firehouse of Falsehood pun turut dipaparkan oleh Kapolres Gowa.
“Contoh propaganda Firehouse of Falsehood diantaranya kasus yang melibatkan Ratna Sarumpaet dan kasus tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos,” jelas Shinto.
Orang nomor satu di jajaran Polres Gowa ini pun mengharapkan partisipasi aktif dari ibu-ibu sebagai perpanjangan tangan kepolisian ditengah masyarakat dalam mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk.
“Propaganda Firehouse of Falsehood adalah masalah faktual yang kita hadapi menjelang pemilu, untuk itu kami harap ibu-ibu dapat berperan penuh dan senantiasa waspada serta mampu melawan Firehouse of Falsehood ini dengan berani bersuara untuk mengkoreksi serta menyampaikan kebenaran, fakta, dan data apabila menemukan informasi yang keliru di tengah masyarakat,” pesan Shinto.(*/RP)





