INFOSULSEL.COM, GOWA – Nur Alim tewas setelah tenggelam di aliran sungai Jeneberang, Desa Bontokassi, Kecamatan Parangloe, |Kabupaten Gowa. Peristiwa yang merenggut nyawa remaja berusia 15 tahun itu terjadi sekitar pukul 16.00 WITA, Jumat (8/3/2019).
Humas Kantor Badan SAR Nasional Makassar Hamsidar menyebutkan korban dilaporkan hanyut setelah kakinya terpeleset. Namun laporannya baru sampai ke Basarnas jelang magrib.
“Setelah mendapat laporan Tim Basarnas dibantu SAR lainnya langsung melakukan pencarian di sekitar aliran sungai,” ujar Hamsidar.
Namun pencarian pada malam hari tidak membuahkan hasil. Proses pencarian kembali yang dilakukan tim SAR gabungan, aparat kepolisian dan anggota Tagana di sekitar bendungan Sampoket. Korban ditemukan sekitar 3 kilometer dari lokasi hanyutnya korban.
“Korban ditemukan sekitar pukul 09.20 Wita. Setelah dievakuasi korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga korban,” jelas komandan tim pencarian Basarnas Makassar Darul Astiadi.
Korban diketahui terpleset di jembatan alternatif bendungan Sampoket, saat menyeberang sungai Jeneberang bersama pamannya, Udin Mappa. Korban baru saja mengunjungi keluarganya di Keduanya di Desa Bontokassi Kecamatan Parangloe dan hendak menuju Desa Manuju, Kecamatan Manuju yang berada di seberang sungai.
Saat korban terpleset, korban masih sempat dipegang pamannya. Namun karena kerasnya aliran sungai akhirnya korban terlepas dan hanyut terbawa arus. Paman korban pun langsung lari meminta tolong pada warga di sekitar lokasi. Sebelum tim SAR melakukan pencarian, warga lebih dulu melakukan penyisiran di sekitar sungai Jeneberang.
Penulis |: Asril





