INFOSULSEL.COM, MAKASSAR.COM – Pasangan Moh Ramdhan Pomanto – Syamsu Rizal yang mengklaim dirinya berhasil memimpin Makassar lima tahun terakhir tak lepas dari peran Partai Demokrat.
“Saya kira perlu kita ingatkan lagi kepada masyarakat Makassar bahwa yang mengusung pasangan Danny-Ical di Pilwali Makassar 2014 lalu adalah Partai Demokrat.”
Hal tersebut ditegaskan Abdi Asmara pada rapat paripurna dengan agenda Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir masa jabatan Walikota-Wakil Walikota Makassar, di DPRD Kota Makassar, Rabu (10/4/2019).
Abdi tidak memungkiri sejumlah prestasi ditorehkan pasangan berakronim DIA ini sejak dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota makassar pada 8 Mei 2014 lalu. Masa jabatan DIA akan berakhir pada 8 Mei 2019.
Pernyataan Abdi bukan isapan jempol belaka. ”Itu fakta yang tak bisa dibantah oleh siapapun. Termasuk oleh Danny. Saat maju di Pilwali 2014 Partai Demokrat yang mengusung Danny-Ical. Dan sejak saat itu kami komitmen dan konsisten mengawal pemerintahan Danny,” timpal Ketua DPC Partai Demokrat kota Makassar, Kamis (11/4/2019).
Pada Pemilihan Walikota Makassar (Pilwali) 2014 pasangan DIA bertarung dengan 9 pasangan lainnya. Hasilnya, pasangan DIA yang berada di urutan 8 meraih suara terbanyak dengan 182. 484 suara atau 31, 18 persen dari 585.291 suara sah. Pasangam ini mengalahkan 9 pasangan lainnya.
Tak sampai di situ. Partai besutan Presiden RI ke-6 ini pula konsisten mengawal pemerintahan Danny. Adi Rasyid Ali, pun malah memasang badan. Berkali-kali ia menegaskan akan terus mengawal pemerintahan DIA sampai masa jabatan berakhir.
Namun pada akhirnya Danny berpaling ke partai lain. Janji yang diumbar Danny memenangkan partai yang mengantarkannya menjadi walikota jadi isapan jempol belaka.
“Partai Demokrat itu Komitmen dan Konsisten (KOKO). Kalau pada akhirnya Danny memilih partai lain, silahkan masyarakat menilai siapa yang tidak komitmen,” sambat Adi Rasyid Ali.
Konsistensi dan komitmen Partai Demokrat mengawal Danny tidak hanya di Pilwali 2014. Saat kembali maju di periode keduanya di Pilwali 2018, partai berlogo segitiga mercy ini bahkan menjadi satu-satunya partai yang mengusung Danny Pomanto yang memilih berpasangan kader Nasdem, Indira Mulyasari Paramastuti. Sementara 11 partai lainnya berada di pasangan Munafri-Rachmatika Dewi, di Pilwali 2018.
Di tengah perjalanan pasangan berakronim DIAmi ini kesandung hukum. Danny-Indira didiskualifikasi. Lagi-lagi Partai Demokrat tidak goyah. Adi Rasyid Ali yang didaulat oleh pasangan DIAmi menjadi panglima pemenangan, masih tetap komitmen dan konsisten.
Meski digoda oleh banyak pihak untuk meninggalkan Danny Pomanto, pendirian ARA begitu Wakil Ketua DPRD Makasar ini disapa, tak goyah. Ia tetap berada di garis terdepan. Bersama rakyat Makassar memperjuangkan kemenangan Kolom Kosong.
Kerja keras ARA yang kembali maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Makassar nomor urut 1 Partai Demokrat pada Dapil 4 meliputi Kecamatan Manggala dan Panakkukang, membuahkan hasil. Kolom Kosong yang oleh masyarakat Makassar dikenal dengan KOKO, mengalahkan pasangan Munafri-Rachmatika Dewi. Padahal pasangan ini diusung oleh 11 partai.
Namun di mata Danny Pomanto kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas, komitmen dan konsistensi Partai Demokrat dianggap seperti tebu, ‘habis manis sepah dibuang’.
Danny pun melupakan perjuangan kader-kader Partai Demokrat. Seperti juga dia ‘melupakan’ sahabat lamanya yang belasan tahun bersama, Ilham Arief Siradjuddin. Peran Walikota Makassar dua periode ini tak bisa dilupa. Sebab karena IAS lah yang membawa Danny menjadi Walikota Makassar.
Penulis : Asril





