Miris, UPT Kanrerong Karebosi ‘Berkantor’ di Ruang Pengap Lapak Milik PKL

Di ruang berukuran 160 Cm X 180 Cm inilah Rahmi, Kepala UPT Pusat Pelayanan Usaha Terpadu (PPUT)/Kanrerong Dinas Koperasi (Diskop) Makassar.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM,MAKASSAR–Sungguh miris kondisi pelayanan yang dilakukan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pusat Pelayanan Usaha Terpadu (PPUT)/Kanrerong Dinas Koperasi (Diskop) Makassar. Untuk melayani ratusan pedagang dan keluhan warga, Rahmi dan stafnya harus berpindah-pindah tempat dari satu tenda ke tenda lain.

 ‘’Ya, begini ini kondisinya. Meja kerja dan komputer, pisah  tempat.  Mejanya di sini, komputernya saya titip di   sebelah. Yang saya kwatirnya kalau hujan. Komputer saya bisa rusak karena kehujanan,” keluh Rahmi, Kepala (UPT) Pusat Pelayanan Usaha Terpadu (PPUT)/Kanrerong.
Di ruang kecil ini saat INFOSULSEL.COM ‘memergoki’ , Kepala UPT Pusat Pelayanan Usaha Terpadu (PPUT)/Kanrerong Dinas Koperasi (Diskop) Makassar, Rahmi bekerja sambil mengipas-mngipas dirinya denngan selembar kertas..(FOTO: SRI SYAHRIL)

Rahmi belum punya ruang kerja. INFOSULSEL.COM  sempat ‘memergokinya ‘ bekerja di sebuah boks, gerobak miring warna orange milik PKL di kawasan Kanrerong Karebosi, dalam suasana pengab dan panas, Jumat (24/5/2019).

‘Ruang’ kerja Rahmi hanya selebar meja kerja berukuran sederhana.   Luasnya sekitar 160 Cm dan panjang sekitar 180 Cm. Tinggi atap dan lantai juga sekitar 2 meter. Di ruangan yang sebenarnya adalah lapak PKL Kanrerong Karebosi itu, memang cukup panas. Sebab dinding dan atapnya seluruhnya berbahan seng.

 ‘’Ya, mau diapa lagi Pak. Begini ini kondisinya. Sebagai bawahan kita terima saja. Tapi sampai kapan harus begini,” keluh Rahmi.

Ruang kerja Rahmi menag tak nyawan.  Kalau tak tahan karena kepanasan,  ia keluar dan numpang di meja jualan depan lapak PKL demi menyelesaikan tugas-tugas yang bersifat adminstrasi.  Tak jarang ia harus berteduh di bawah tenda di antara lapak-lapak PKL

‘’Kalau hujan, terpaksa cari tempat lain untuk berteduh dan menyelesaikan pekerjaan yang bersifat admisntarsi,” kata wanita kelahiran Palopo ini.

Di sela boks lapak PKL inilah Rahmi. Kepala UPT Kanrerong Karebosi menempatinya untuk dijadikan ruang kerja.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Untuk menerima tamu pun Rahmi kadang duduk di pinggir jalan. Termasuk saat berbincang dengan INFOSULSEL.COM. Rahmi  harus rela celana panjangnya kotor karena harus duduk tak beralas di pinggir trek lintasan joging di pinggir Lapangan Karebosi.  Di bawah pohon rindang Jumat sore jelang buka puasa itu, untungnya cuaca cukup sejuk.

‘’Minta Maaf Pak, UPT Kanrerong belum punya kantor. Kita duduk di sini saja ya,” ajak Rahmi.

Ya, ruang kerja Rahmi  cukup panas. Jangankan air condtioner (AC).  Kipas angin, pun tak ada. Rahmi  bekerja seperti di dalam ruang tahanan. Tempat yang sesungguhnya tak layak dijadikan ruang kerja. Tapi ia tetap melakukan demi tangungjawab dia sebagai abdi negara.

Jika tak tahan di dalam ruangan Fami keluar numpang di meja jualan PKL untuk menyelesaikan tugasnya.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Sementara di sebelah barat kawasan Kanrerong Karebosi kondisinya berbanding terbalik dengan ruang kerja Rahmi. Sebuah bangunan baru berdiri kokoh.  Bangunan bercat putih berlantai dua itu  dipenuhi fasilitas mewah. Dilengkapi beberapa unit AC. Juga kursi dan meja kerja serta sofa.  Bangunan yang semestinya bisa berbagi ruang dengan UPT Kanrerong itu kini dikuasai oleh ibu-ibu pejabat pengurus tim Penggerak PKK.

Bangunan baru tersebut bersebelahan dengan ‘kantor’  unit Lakalantas Polantas Polrestabes Makassar. Kantor ini juga numpang di atas tanah milik Pemkot Makassar. Entah sampai kapan.

Ruang ini cukup mewah karena dijadikan Sekretariat Tim Penggerak PKK Kota Makassar.  Sementara di sisi timur, ada petugas UPT bekerja di ruang pengap. Bahkan kadang bekerja beralaskan tanah dan beratapkan langit.

Penjabat Walikota Makassar Iqbal S Suhaeb tentu diharap tidak tinggal diam melihat kondisi ini . Apalagi UPT yang baru ini punya target membina PKL agar tidak lagi menempati pinggir-pinggir jalan dalam kota Makassar.

‘’Target lain, UPT ini harus punya kontribusi ke PAD Kota Makassar. Karena itu agar kami bisa bekerja lebih maksimal setidaknya UPT Kanrerong bisa diberi ruang kerja satu atap dengan  sekretariat PKK,” harap Rahmi

 

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait