Cinta Terhalang Uang Panai, Isa Pilih Bunuh Diri

INFOSULSEL.COM, JENEPONTO — Isa terpaksa bunuh diri. Penyebabnya, uang panaik yang tak mampu disiapkan kekasihnya, Ramli. Padahal keduansijoli ini sudah sempat kawin lari.

Hubungan Isa dan Ramli sesungguhnya sudah berlangsung lama. Sudah 15 tahun mereka pacaran. Sejak keduanya masih remaja. Isa dan Ramli saling mencintai. Hubungan mereka juga direstui kedua orang tua mereka.

Sayangnya, saat melamar Ramli tak mampu memenuhi uang panaik yang diminta keluarga Isa. Ia hanya menyanggupi Rp 10 juta dari Rp 15 juta yang harus disiapkan.

Ramli pusing. Isa pun makin cinta. Karena terhalang uang panai jalan pintas pun dilakukan. Dua sijoli ini memilih, kabur (silariang)

“Kami nekat kawin lari, saya nikahi dia, karena saya mencintai dia,”ungkap Ramli seperti dikutip detikcom di kediamannya, Janeponto, Senin (8/7/2019) malam.

Ramli sadar perbuatan tersebut melanggar adat Bugis Makassar. Diantar keluarganya ia menemui orang tua Isa. Namun lagi-lagi persoalan uang panai jadi masalah. Keluarga Isa tetap ngotot Ramli harus menyiapkan mahar Rp 15 juta.

“Saya menemui keluarga Isa meminta rujuk. Tapi kembali ditolak karena mahar tidak cukup,” kata Ramli, dengan wajah sayu.

Kabar itu disampaikan kepada Isa. Tak dinyana wanita yang dicintainya itu mengambil jalan pintas. Bunuh diri dengan cara minum racun serangga.

Isa ditemukan tak bernyawa di rumah Ramli di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel). Perempuan tersebut meninggal diduga akibat munculnya komplikasi penyakit setelah minum racun sekitar seminggu yang lalu.

“Saya kaget. Saat tiba di rumah Isa sudah tergeletak setelah minum racun. Katanya dia depresi karena lamaran saya untuk kembali baik (Ma’baji) batal karena mahar tidak cukup,” tutur Ramli.

Isa memang sempat dilarikan ke puskesmas setempat setelah diketahui menenggak racun rumput. Dia kemudian dirujuk ke RS Padjonga Dg Ngalle di Kabupaten Takalar. Ramli membawa Isa lewat jalur umum karena tidak memiliki BPJS. Tapi tiga hari di rawat di rumah sakit Ramli kesulitan biaya. Isa terpaksa dibawa pulang.

“Saya terpaksa bawa pulang istri saya karena  saya sudah kehabisan uang,” keluh Ramli.

Di rumah ia merawat istrinya itu. Di sisi lain ia juga harus pergi bekerja mencari nafkah.

Karena desakan pihak keluarga, Isa akhirnya dipulangkan kembali ke rumah orang tuanya.

Diduga karena depresi Isa meminum racun rumput. Ia akhirnya ditemukan tak bernyawa di rumah orang tuanya.(Asriel)

Pos terkait