INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar TA 2018 sebesar Rp 3,89 triliun tidak memenuhi target. Yang terealisasi hanya 88,9 persen atau Rp 3,42 triliun. Wakil rakyat pun bertanya. Alasan Pj Walikota, kondisi ekonomi Makassar lesu.
Penurunan pendapatan tersebut diakui Penjabat (Pj) Walikota Makassar M Iqbal S Suhaeb. penyebab menurunnya PAD karena kondisi perekonomian di kota Makassar melambat.
‘’Ini mempengaruhi realisasi target penerimaan dari beberapa jenis pajak daerah. Diantaranya Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB),” jelas Iqbal pada rapat paripurna atas pemandangan umum fraksi – fraksi DPRD Kota Makassar dengan agenda LKPD Tahun Anggaran 2018, Senin (8/7/2019).
Iqbal juga mengakui terjadi penurunan transaski berkas. Tahun 2017 transaksi berkas 8.140. Sementara tahun 2018 turun yakni hanya 7.508.
Meski begitu ia mengaku akan berupaya agar PAD kota Makassar bisa meningkat di tahun 2019. Caranya dengan meningkatkan kinerja, kreatifitas, dan inovasi melalui serangkaian upaya ekstensifikasi. Termasuk perbaikan regulasi.
“Sistem juga perlu disempurnakan. Termasuk prosedur pemungutan pajak daerah dan implementasi sistem e-tax pembayaran pajak,” sebut Iqbal.
Iqbal kemudian merinci rincian realisasi PAD 2018. Hasil dari pajak daerah sebesar Rp942,55 miliar lebih. Sementara targetnya Rp1,15 triliun lebih. Terealisasi 81,54 persen.
‘’Dibutuhkan strategi dan upaya yang lebih intens sebagai bagian dari proses evaluasi, sehingga ke depan upaya updating database subjek dan objek pajak dan retribusi daerah dapat lebih optimal,” papar Iqbal.(Asriel)





