Dispora Sulsel Harap DKI Jakarta Tuan Rumah Popnas XV 2019

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Sulsel, Sri Endang Sukarsih.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Penolakan Papua menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV tahun 2019 karena alasan keamanan, tidak mempengaruhi persiapan para atlet Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Sulsel Sri Endang Sukarsih menegaskan 50 atlet dari enam cabang olahraga unggulan Sulsel terus berlatih untuk meraih prestasi di pesta akbar multi even pelajar se Indonesia, itu.

Bacaan Lainnya
“Atlet Sulsel tetap melakukan persiapan. Kami tidak terpengaruh dengan pembatalan Papua menjadi ruan rumah. Karena kami yakin Kemenpora mampu menyelesaikan masalah ini dan menunjuk daerah yang layak untuk jadi tuan rumah,” tegas Sri Endang kepada INFOSULSEL.COM, Ahad (25/8/2019) sesaat lalu.

Endang juga yakin Kemenpora mampu mengatasi masalah ini dan menunjuk daerah yang memiliki fasilitas olahraga yang memadai sebagai tuan rumah.

Menurutnya, jika disuruh memilih daerah mana yang layak jadi tuan rumah mengingat waktu pelaksanaan yang sisa satu bulan, Endang menyarankan Kemenpora
meminta kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai alternatif untuk menjadi tuan rumah. Alasannya, selain meringankan dari segi transportasi, jarak Jakarta dengan provinsi lain juga dekat.

“Dari segi biaya transportasi juga lebih ringan dibanding ke Papua. Jarak tempuh juga cukup jauh. Apalagi anggaran kami di Dispora Sulsel juga terbatas. Saya kira ini solusi yang tepat dan bisa diterima semua calon peserta Popnas,” ujar Sri.

Hal senada dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pembudayaan Olahraga Dispora Sulsel, Drs H Sabaruddin, MM. Meski belum ada surat resmi dari Kemenpora terkait daerah yang jadi tuan rumah Popnas XV, atlet Sulsel terus berlatih demi mengejar prestasi. Ia juga  berharap DKI Jakarta bisa jadi tuan rumah.

“Pemindahan tuan rumah Popnas XV ini bisa memberikan efek positif. Khususnya soal anggaran transportasi. Pasti sedikit berkurang dibanding kalau di Papua,” katanya.

Pada Popnas XV Sulsel memastikan mengikuti enam cabor unggulan. Diantaranya tinju, karate, pencak silat, sepak takraw, atletik dan dayung.

Keenam cabor ini hasil seleksi pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) Mataram, NTB Oktober 2018 lalu. Untuk sepak takraw dan  meraih medali perak. Sementara Khusus pencak silat, sebanyak 10 atlet berhak lolos ke pesta olahraga pelajar nasional tersebut. Ke 10 atlet tersebut yakni .Radiah Nur Muhajirah, Ilham Jaya Kusuma, Melani, Sapriadi, Ina Iriana, Nahda Nazifah D. Muh. Zulfikar Ramli, Iskandar Dinata, Shohib Azhary, Putri Nurul Ramadhani. Dua nama pertama, berhasil menyabet emas.

Pada Popnas 2019 akan dipertandingkan 21 cabor dan empat cabor eksebisi pada Oktober 2019. Dua event tersebut sejatinya digelar untuk mengujicoba venue-venue yang akan digunakan pada PON XX dan Peparnas XVI tahun 2020 mendatang.

Popnas XV dan Peparpenas IX rencananya bakal disemarakkan oleh 5.000-an atlet dan ofisial dengan mempertandingkan sebanyak 21 cabor.

Sulsel untuk sementara akan mengirim 50 atlet dan 20 pelatih dan official dari enam cabor tersebut. Namun menurut Sahabuddin batalnya Papua menjadi tuan rumah membuka kesempatan Sulsel untuk menambah cabor dan jumlah atlet.

“Tapi kami belum menentukan berapa cabor dan cabor apa saja serta jumlah atlet yang akan kami usulkan. Semua tergantung anggaran yang tersedia,” jelas Sabaruddin.

(Asriel)

Pos terkait