INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Bangsa Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Prof. Ing Baharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia pada Rabu kemarin (11/9/2019) pukul 18.03 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Mantan orang nomor satu di negeri ini meninggal dunia akibat penyakit jantung yang dideritanya. Seluruh rakyat Indonesia merasa kehilangan Bapak Bangsa, Tokoh Demokrasi dan Ilmuwan, itu.
Almarhum tidak hanya mengharumkan Kota Parepare Sulawesi Selatan tempat kelahirannya, namun Habibie adalah salah satu pemimpin dunia yang namanya terukir indah. Sangat dicintai rakyat. Tidak hanya bangsa Indonesia tapi juga masyarakat internasional.
Prestasi Habine sangat spektakuler di dunia dirgantara dan terutama pada saat menjadi Presiden ketiga RI.
Ia mampu menyelamatkan bangsa dari keterpurukan akibat krisis ekonomi menjadi stabil. Juga mendorong demokratisasi dan berhasil mengawal era reformasi yang melahirkan Indonesia baru yang dinikmati bangsa Indonesia saat ini.
Selama menjabat sebagai Presiden RI, BJ Habibie meninggalkan sejumlah kebijakan penting. Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Kami anggap kebijakan Presiden Habibie saat itu adalah warisan bagi kami untuk kemajuan pers Indonesia”, kata Zulkifli Thahir Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel, Rabu (12/9/2019).
Abang Chuleq sapaan akrabnya menambahkan bahwa regulasi ini menjadi tonggak kebebasan pers di Indonesia setelah rezim orde baru runtuh.
“Undang-undang yang disahkan Presiden BJ Habibie pada tanggal 23 September 1999 ini berisi 10 bab dan 21 pasal. Dengan disahkannya UU Pers yang diteken Presiden BJ Habibie, terdapat beberapa regulasi terkait pers yang dinyatakan tidak berlaku lagi,” jelas Chuleq.
Inilah warisan Habibie bagi dunia pers Indonesia. Bangsa ini akan mengenang almarhum sebagai Bapak bangsa.
“Rakyat Indonesia bangga memiliki putra terbaik yang dikenal didunia internasioanal karena prestasi yang gemilang serta terus mengabdi sampai akhir hajat. Selamat jalan Presiden RI ke-3 Bj Habibie. Bapak menjadi bagian sejarah penting dalan perjalanan bangsa Indonesia yang akan terus hidup dan dikenang selalu oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Ketua OKK MPW Pemuda Pancasila Sulsel, itu.
(Riel)





