Berutang Seragam Rini Dikeluarkan dari Sekolah, Kepala SMPN 40 Ahmad Lamo : Ini Salah Paham

Anggota Komisi D DPRD Makassar mendatangi SMPN 40 Makassar.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Rini Ayu Lestari, salah satu siswa SMPN 40 Makassar pada November lalu dikeluarkan dari sekolah. Gegara ia tak mampu membayar sisa utang seragam sekolah. Nilainya 800 ribu dari Rp Rp 1,1 juta.

Berita dikeluarkannya siswa berusia 15 tahun ini jadi viral di jagad maya. Kabar itu pun sampai ke telinga salah satu dermawan. Anak sang dermawan  kebetulan bersekolah di SMPN 40 Makassar. Ia menitipkan uang Rp 1,3 juta kepada pihak sekolah untuk membantu Rini.

Sekitar sebulan Rini tak mengikuti pelajaran. Hingga akhirnya Senin (28/10/2019) bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, gadis berisia 15 tahun ini kembali bisa mengenyam pendidikan. Sulung dari tiga bersaudara itu diantar oleh sang ibu, Daeng Ti’no (38) di SMP Negeri 40 Jl Aroepala, Makassar,

Selain Rini, seorang adiknya Muhammad Fikran (14) yang juga sekolah di SMPN 40 juga digratiskan uang seragam.

Kabar ini juga sampai ke telinga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar. Anggota komisi D DPRD Makassar, Selasa (29/10/2019)  mendatangi SMP Negeri 40 Makassar guna mencari tahu keebnaran viralnya kasus ini.

Rombongan Komisi D dipimpin oleh Sahruddin Said tersebut. Setelah dijelaskan oleh pihak sekolah disimpulkan kalau masalah ini hanya salah paham. Tetapi ia berharap agar kasus tersebut tidak terulang lagi.

“Masa gara-gara biaya sekolah tidak bisa sekolah. Jadi ini cuma salah paham. Tidak ada pengusiran atau pemecatan siswa. Tapi saya berharap kesalah pahakan seperti ini tidak terulang lagi,” ujar politisi PAN yang terpiliuh dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Makassar meliputi Kecamatan Ujungtanah, Wajo, Sangkarrang, Tallo dan Bontoala.

‘’Kabar yang beredar memang keliru. Kata diusir bahasanya berlebihan. Jiwa seorang pendidik tidak pernah mengusir anak didiknya, apalagi namanya peserta didik. Berita yang beredar itu keliru,” ucap Kepala SMPN 40 Makassar, Ahmad Lamo kepada wartawan.

(Andi/Riel)

Pos terkait