Coca-Cola Perkenalkan Kemasan Botol Ramah Lingkungan

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –– Sampah plastik masih menjadi masalah besar di sejumlah negara. Bahkan menjadi penyumbang pencemaran laut terbesar di dunia. Tak terkecuali Indonesia. Hasil penelitian menyebutkan bahwa 8 juta metrik ton sampah plastik mencemari laut setiap tahunnya.

Menyadari hal itu Coca-Cola melakukan inovasi baru.  Kemasan botol plastik yang digunakan adalah yang ramah lingkungan. Botolnya, hasil  daur ulang yang terbuat dari sampah plastik di laut. Tapi tidak 100 persen menggunakan sampah plastik.

‘’Paling tidak botol baru Coca-Cola ini menggunakan campuran sampah plastik di lautan sebesar 25 persen. Proses pembuatan botol disempurnakan’ oleh Coca Cola,” jelas Triyono Prijosoesilo, Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia pada sesi jumpa media di salah satu cafe di Jalan Amanagappa, Makassar, Rabu (16/10/2019).

Plastik reborn 1.0 ini berhasil mengedukasi lebih dari 4.300 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Coca-cola juga memfasilitasi pengumpulan kemasan plastik pasca konsumsi di lebih dari 100 titik sekolah dan Universitas di kawasan Jakarta dan Bekasi. Botol plastik reborn ini kemudian dikelola dan diproses menjadi tas serbaguna yang bernilai komersial.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, tahun 2019 Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) bersama Ancora Foundation telah meluncurkan Plastik Reborn 2.0.

“Kemasan plastik bekas dapat dimanfaatkan kembali dan disulap menjadi barang baru yang memiliki nilai bisnis sehingga dapat tercipta sebuah ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” jelas Tri, sapannya.

Triyono menjelaskan dasar pengelolaan sampah yang berkelanjutan adalah pengumpulan limbah kemasan (waste collection).

“Tapi pemilihan harus dimulai dari rumah tangga. lni yang menjadi kerangka utama dari plastik reboern 2.0., sebuah program kolaborasi dari para startup penggiat sampah yang akan bersinergi untuk membangun “marketplace” yang lebih eflsien untuk sistem persampahan dan daur ulang,” jelasnya.

Bagi Zakky Habibie, Chief Operating Officer Ancora Foundation, tidak mudah baginya dan CCFI menyeleksi proposal yang masuk dari para penggiat sampah di Indonesia.

Ada beberapa tahap agar dapat memutuskan bahwa Clean Up, MallSampah dan Gringgo merupakan tiga startup terpilih dengan proposal bisnis terbaik yang akan bersama-sama menjalankan kolaborasi plastik reborn 2.0.

‘’Plastik reborn memberikan hibah kepada startup terpilih sebesar total USD 250,000. Dana tersebut akan dimanfaatkan oleh ketiga startup terpilih untuk meningkatkan kapabilitas perusahaan serta mengembangkan model bisnis dalam hal sistem pengumpulan dan pemrosesan limbah yang lebih baik,” beber Ahmad.

Ahmad yakin program kolaborasi ini dapat membantu mengembangkan bisnis ini.

“Dengan kolaborasi ini kami dapat memberikan layanan pengelolaan sampah yang terintegrasi, tidak hanya daur ulang sebagaimana telah menjadi fokus kami sebelumnya,” tambah Ahmad.

Chief Excutive MallSampah Indonesia, Adi Saifullah Putra berharap dapat menjangkau serta memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas terkait pengelolaan sampah.

(Gilang/Riel)

Pos terkait