Ferdinand Sinaga Bertingkah Lagi, Pertanyaan Wartawan Dijawab Tendangan Kursi

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Sikap bengal penyerang PSM Makassar Ferdinand Sinaga tak berubah. Sikap sok jagoan masih terus ditunjukan. Seperti yang terjadi pada sesi jumpa media usai PSM dipermalukan 0-1 oleh Persija, Ahad (20/10/2019) malam di Stadion Mattoangin.

Berawal ketika wartawan dari salah satu harian bertanya kepada pelatih Darije Kalezic. Pertanyaannya terkait semangat pemain yang tidak sesemangat saat mengalahkan Arema 6-2 di laga tunda pekan ke-5 pekan lalu.

Pertanyaan tersebut bukan dijawab oleh sang pelatih, tetapi Ferdinand langsung menyergah. Dengan mata melotot pemain bernomor punggung 6 di PSM ini menjawab.

“Semua pemain telah bermain dengan semangat yang tinggi dan ingin memenangkan pertandingan.
Coba anda tunjukkan ke saya, atau sebut nama pemain yang tampil tidak semangat pada pertandingan tadi,” tanya Ferdinand dengan suara meninggi.

Sebagai pemain ia mengaku telah berusaha menampilkan permainan terbaiknya. Hanya saja, lanjut Ferdinand PSM hanya kurang beruntung.

“Betul kata coach Darije, PSM hanya kurang beruntung saja,” kilah Ferdinand.

Sikap emosional Ferdinand ini mengakhiri sesi jumpa media. Saat meninggalkan ruang konferensi pers, Ferdinand memperlihatkan sikap kurang terpujinya. Sambil berjalan meninggalkan ruangan, ia menatap tajam sang wartawan.

Sejurus kemudian, terdengar suara tak lasim.

“Break…,” suara keras dari sudut ruangan memecah kesunyian ruang preskon yang dihuni puluhan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik dan online.

Beberapa saksi mata menyebut Ferdinand meluapkan kekesalannya dengan menendang kursi.

Di laga pekan ke-23 Persija Jakarta mampu mengamankan tiga poin di kandang PSM. Ini membuat Macan Kemayoran untuk sementara aman dari zona degradasi.

Permainan Ferdinand Sinaga dan kawan-kawan mengecewakan pendukung PSM. Gaya bermainnya jauh berbeda saat mereka melibas Arema FC 6-2 pekan lalu.

“PSM bermain tidak konsisten. Juga tidak mau dikritik. Pelatihnya juga tidak kreatif. Kalau begini terus, saya yakin PSM tidak bakalan juara,” ketus Akmal, salah satu suporter.

Sikap emosional eks penyerang Sriwijaya ini sudah sering terjadi di lapangan. Seperti yang terjadi saat timnya menelan kekalahan 0-1 dari Persija Jakarta dalam lanjutan babak penyisihan Grup A Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang pada Rabu, (25/11/2015) malam.

Ferdinand sempat melampiaskan kekesalannya dengan menendang microphone milik stasiun televisi yang terpasang di pinggir lapangan. Bahkan, ia berusaha mengejar wasit Iwan Sukoco, tapi masih bisa dilerai oleh pihak keamanan.

Emosi mantan pemain Persib Bandung tersebut kian tersulut saat suporter di tribun VIP mencemoohnya. Ferdinand kemudian langsung berusaha mengejar, namun tindakannya berhasil diredam oleh petugasdi pintu utama yang berbatasan dengan tribun penonton.

Ini bukan kali pertama Ferdinand bertindak tidak terpuji. Dia kerap bersikap tempramental sehingga dijuluki Si Bengal.

Berikut sejumlah tindakan tempramental Ferdinand baik saat membela klub maupun tim nasional:

Panjat pagar

Ferdinand pernah bertindak emosional saat tampil membela tim nasional pada laga pertandingan amal melawan ASEAN All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (11/5/2014).

Ferdinand terpancing emosi karena mendapatkan teriakan bernada negatif dari suporter setiap menggiring bola.

Setelah pertandingan selesai, Ferdinand yang tampak emosi memanjat pagar dan lari ke arah tribun suporter. Dengan cepat, pihak keamanan membawa Ferdinand menuju ruang ganti. Ferdinand masih terlihat emosi dengan memukul bangku penonton saat berjalan menuju ruang ganti.

Akibat perbuatannya, Ferdinand tak dipanggil pelatih Alfred Riedl untuk membela Indonesia di Piala AFF 2014. Selain itu, Ferdinand juga menerima hukuman dari Komdis PSSI berupa larangan membela timnas selama dua laga dan denda sebesar Rp 50 juta.

Buang handuk

Ferdinand kembali membuat ulah saat Persib Bandung melawan Pelita Bandung Raya dalam pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) pada 20 Mei 2014.

Laga tersebut sempat terhenti pada pertengahan babak kedua seusai Ferdinand membuang handuk milik kiper PBR, Dennis Romanov, yang digantung di jaring gawang.

Tindakan Ferdinand berujung denda. Komdis PSSI menjatuhkan denda Ferdinand sebesar Rp 25 juta karena tindakannya dianggap mencederai sepak bola.

Saat itu, Komdis PSSI Hinca Pandjaitan, menjelaskan, Ferdinand membuang handuk karena ada unsur klenik di handuk tersebut.

Friksi dengan Muhammad Ridwan

Ferdinand pernah beradu mulut dengan rekannya Muhammad Ridwan saat Persib tampil di final ISL 2014 di Stadion Jakabaring. Mereka terlibat friksi pada babak tambahan. Ketika itu skuat Persib mulai frustrasi setelah Persipura menyamakan kedudukan 2-2.

Penyerang 26 tahun itu terlihat berteriak ke arah M Ridwan dan membanting botol air mineral. Namun, M Ridwan tidak meresponnya. Pelatih Djadjang Nurdjaman kemudian berusaha menenangkan Ferdinand.

Ferdinand membantah beradu mulut dengan Ridwan. “Teriak bukan berarti marah. Bisa saja karena tidak terdengar. Kan di lapangan butuh bicara. Itu hal biasa dalam pertandingan,” kata Ferdinand.

Kejar Hendra Ridwan

Setelah di final ISL, Ferdinand kembali membuat ulah saat membela PSM Makassar. Saat PSM melawan Mitra Kukar pada leg kedua perempat final Piala Presiden 2015, Ferdinand mengejar gelandang Mitra Kukar, Hendra Ridwan.

“Saya cuma mau Hendra. Biar dia bereskan urusan dengan saya,” kata Ferdinand.

Namun, insiden tersebut tak sampai baku pukul karena aksi Ferdinand berhasil dihalangi tim pelatih Mitra.

(Lang/dbs/Riel)

Pos terkait