INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — STIE Nobel mengadakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) di Hotel Aerotel Smile mulai tanggal 28-31 Oktober 2019.
Mutiarini Mubyl, Ketua Panitia PEKERTI mengatakan pelatihan ini diadakan marena melihat kebutuhan dosen yang wajib dipenuhi sebelum mengajar.
“Mereka harus punya SIM, istilahnya seperti itu. Jadi PEKERTI ini seperti SIM-nya dosen untuk mengaja. Jadi dalam pelatihan ini dosen-dosen akan belajar bagaimana membuat rancangan pembelajaran yang benar, supaya apa yang dicapai mahasiswa bisa tercapai dengan baik,” jelasnya kepada awak media, Rabu (30/0/2019) di Hotel Aerotel Smile.
Intinya, lanjut Mutia dosen bisa paham mau berbuat apa, sehingga nanti tujuannya dapat tercapai.
Mutia yang juga menjabat sebagai Sekertaris Yayasan Pendidikan Nobel Indonesia menuturkan yang spesial pada kegiatan ini adalah diadakan bertepatan Hari Sumpah Pemuda.
“Jadi acara pembukaan kami rangkaikan dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda dan hari Senin kemarin itu di bawakan langsung oleh Ketua STIE Nobel Indonesia Makassar, Mashur Razak,” kata Mutiar yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Nobel Indonesia Institute.
“Besok (hari ini) acara penutupan kami ada kegiatan sekaligus penyerahan sertfikat kepada pihak Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (PPSDM) Wilayah 9, karen sudah mau berkerja sama dengan STIE Nobel indoensia institut untuk mengadakan pelatihan ini,” jelasnya.
Dalam kegiatan PEKERTI total ada 51 peserta. Terbanyak ada dari Makassar 32 orang, sisanya Bulukumba, Palopo, Kendari dan daerah terjauh Biak, Papua.
“Saya sangat mengapresiasi dosen yang memang mau belajar dan berlatih untuk anak didiknya di masa depan dan kita belajar itu sebenarnya bukan cuman untuk diri kita tapi membantu mahasiswa untuk betul-betul belajar,” pungkasnya.
(Lang/Riel)





