Makassar Juara Umum, Tinju dan Anggar Borong 5 Emas, Pemkot Tutup Mata

  • Whatsapp
Petinju muda berbakat kota Makassar Abraham Masihor (sudut biru) melepaskan pukulan ke petinju lawan. Di partai ini ABraham menang KO setelah memukul jatuh lawannya.(FOTO: ASRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –– Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tak memperdulikan pembinaan atlet pelajar namun semangat mereka untuk berprestasi tak padam. Buktinya atlet muda Makassar mampu meraih juara umum pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pelajar se Sulawesi Selatan yang berlangsung 23 hingga 27 Oktober 2019 di Kawasan Olahraga (KOR) Sudiang Makassar.

Kejurda Pelajar yang diikuti 503 pelajar se-Sulsel ini mempertandingkan enam cabang olahraga yakni anggar, atletik, pencak silat, tinju, sepak takraw dan voli pasir.

Bacaan Lainnya

Makassar keluar sebagai juara umum setelah mendulang 14 medali emas, 15 perak dan 8 perunggu. Dua cabor yakni tinju dan anggar penyumbang medali emas terbanyak yakni 5 emas dan 1 perak. Sementara anggar menyumbang  5 emas, 3 perak dan 4 perunggu. Di kedua cabor ini Makassar juga keluar sebagai juara umum.

Di urutan kedua, ditempati Pinrang. Selisih perolehan medalinya dengan  Makassar 10 medali emas. Pinrag yang berada di posisi kedua klasemen akhir hanya meraih 4 emas, 5 perak dan 4 perunggu. Di posisi tiga Kabupaten Sinjai juga 4 emas, 4 perak dan 4 perunggu. Di posisi keempat Parepare 4 emas, 1 perak dan 5 perunggu.

Minimnya perhatian Pemkot Makassar dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar membuat pengurus cabor, kecewa. Padahal para atlet berjuang bukan atas nama  pribadi melain membawa nama harum kota Makassar.

‘’Pemkot Makassar seharusnya wajib hadir di saat ada event seperti ini. Utamanya Dispora Kota Makassar yang selama ini terkesan tutup mata dengan pembinaan olahraga,” cetus Ketua Pertina Kota Makasar Muh Tawing.

Selama ini lanjut politisi salah satu partai ini, Dispora Kota Makassar lebih banyak menghabiskan anggaran sampai milyaran rupiah dengan membiayai event-event yang bersifat hura-hura dan sama sekali tidak bermanfaat bagi perkembangan prestasi olahraga di Makassar. Ia merujuk pada Kejuaraan jetski yang diklaim bertaraf internasional.

‘’Tunjukan pada saya apa prestasi jetski Makassar sampai Dispora berani menganggarkan ratusan juta. Padahal ini sudah empat tahun diadakan, tapi kita belum pernah mendengar ada atlet jetski dari Makassar berprestasi di level nasional, apalagi internasional,” ujarnya.

Di sisi lain ada cabor yang punya prestasi tapi dipandang sebelah mata oleh Dispora. Tawing mencontohkan keikutsertaan ratusan atlet Makassar di Kejurda Pelajar. Tidak satupun cabor yang mendapat bantuan.

‘’Padahal anggaran Dispora kota Makassar cukup besar. Kalau alasan rasionalisasi anggaran, menurut saya, itu alasan yang tidak rasional,” ujarnya.

Tawing yang hadir pada upacara pembukaan event olahraga bagi pelajar se Sulsel di GOR Sudiang 23 Oktober lalu mengaku prihatin melihat kontingan Makassar yang mengenakan kostum rumahan beraneka warna.

‘’Kontingen dari daerah lain semuanya pakai trening seragam. Hanya kontingen Makasar yang pakai baju aneka warna. Ada warna merah, kuning dan hijau. Kasihan anak-anak kita. Untungnya mereka masih punya semangat meski tidak mendapat bantuan apa-apa dari Pemkot Makassar,” katanya.

Ia berharap Penjabat (Pj) Walikota Iqbal Suhaeb lebih membuka mata dan peduli terhadap atlet-atlet muda yang masih punya semangat untuk mengejar prestasi.

(Asril)

Pos terkait