PSM Menolak Main di Batakan

Asnawi Mangkualam mencoba lepas dari kawalan pemain Persija pada Final Piala Indonesia leg kedua di Stadion Mattoanging, Makassar, Selasa (6/8/2019) petang. PSM menang 2-0 dan mengunci juara.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –— PT LIB memindahkan venue pertandingan Persebaya versus PSM Makassar di Stadion Batakan. Jadwalnya tetap, Sabtu (2/11/2019).

Namun pemindahan itu ditolak PSM. Skuad Juku Eja tetap pada pendiriannya, main di Gelora Bung Tomo (GBT) sesuai jadwal resmi.

Bacaan Lainnya

“Sampai malam ini belum ada kesepakatan. Kami masih tetap bertahan main di GBT. Apalagi kami juga sudah berada di Surabaya,” jelas Ali Gauli, salah satu petinggi PSM kepada INFOSULSEL.COM, Kamis (31/11/2019) malam.

Di tengah padatnya kompetisi, tim kepelatihan dipaksa mengatur waktu agar pemain bisa istrahat cukup menghadapi pertandingan berikutnya. Jika harus terbang lagi dari Surabaya ke Balikpapan, tenaga pemain akan terkuras di jalan.

“Ini bukan seperti bermain play station. Baru selesai game bisa main lagi. Pemain butuh istrahat untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Apalagi jadwal PSM sangat padat,” ujarnya.

Kalau harus mengikuti jadwal yang diputuskan tiba-tiba menurut Ulli, sapaanya akan sangat merugikan tim. Sebab kalau harus terbang Jumat pagi sudah tidak mungkin. Sebab Sabtu harus main sesuatu jadwal resmi.

Ulli menyalahkan pihak Persebaya dan PT BLI yang tidak menyampaikan rencana pemindahan venue pertandingan sejak awal. “Kenapa nanti kami sudah tiba di Surabaya baru ada penyampaian. Inikan merugikan tim kami,” cetus Ulli.

Karena menolak main di Batakan, PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyerahkan masalah ini ke PSSI. Acuannya rapat darurat di Bali beberapa waktu lalu. Surat LIB bernomor 426/LIB/IX/2019 telah dilayangkan ke PSSI.

Poin penting dari rapat darurat di Bali adalah tuan rumah dinyatakan kalah WO bila gagal menggelar pertandingan. Persebaya dalam posisi sulit karena PSM sudah tiba di Surabaya sejak Rabu (30/10/2019). Padahal dalam aturannya, tuan rumah harus memberitahu ke tim tamu soal status pertandingan paling lambat empat hari sebelum kickoff.

“Kami mengajukan keberatan karena mengganggu persiapan tim. Kami juga mengacu ke hasil rapat darurat di Bali,” timpal Sulaiman Karim, media officer PSM.

Sulaiman menambahkan untuk mengantisipasi adanya perubahan, PSM tetap tinggal di Surabaya sampai 2 November sesuai jadwal pertandingan.

PSM Makassar berpeluang meraih kemenangan pertama di laga tandang musim ini. Hal ini bisa terjadi setelah tidak ada kata sepakat antara Persebaya Surabaya dan PSM terkait lokasi pertandingan. Sebelumnya, Persebaya yang tidak mendapat izin menggelar pertandingan di GBT berharap bisa menjamu PSM di Stadion Batakan Balikpapan.

(Lang/Riel)

Pos terkait