INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Anggota DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Januar Jauri Dharwis mengajak seluruh masyarakat untuk menonton film Ati Raja.
Film yang berisi kearifan lokal ini mulai tayang di seluruh bioskop di Indonesia pada 7 November 2019. “Saya sangat mengapresiasi film ini. Terhusus kepada kreator dan seluruh yang terlibat di dalam penggarapan film Ati Raja. Mereka telah berperan mempromosikan multi budaya serta kearifan lokal Sulawesi Selatan yang sempat terlupakan melalui media visual film. Oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berbondong-bondong ke bioskop mulai 7 November 2019 untuk menonton film ini,” ajak Om JJ, panggilan akrab politisi Partai Demokrat, ini.
Ajakan itu disampaikan Om JJ saat kumpul bareng dan makan malam dengan para crew dan pemeran Ati Raja di Ombak Cafe & Resto, di Jl Ujungpandang No. 6 Makassar, Senin (4/11/2019) malam.
Politisi yang hobby menghabiskan waktunya dengan diving atau menyelam di kedalaman laut (deep dive) ini menyebut dengan menonton film lokal berarti kita turut mendukung karya dalam negeri.
Film Ati Raja bagi Om JJ berisi kearifan lokal yang penuh dengan pesan yang bermakna. Berkisah tentang kehidupan musisi legendaris Makassar, Ho Eng Dji, pencipta lagu-lagu inspirtif dari tanah Makassar. Salah satu karyanya adalah ‘Ati Raja’. Lagu ini sangat populer bagi masyarakat Bugis Makassar sejak zaman kolonial. Nyaris terlupakan. Namun di era millenial sekarang ini sekelompok seniman kembali mengangkat kisah ‘Ati Raja’.
‘Ati Raja’ adalah salah satu lagu populer ciptaan Ho Eng Dji. Adalah Saifuddin Bahrum, seorang mantan senior yang menyutradarai film ini.
Ati Raja bercerita tentang kisah cinta yang rumit, kebesaran dan kesabaran alamiah dari sosok Ho Eng Dji dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Pemeran Utamanya merupakan aktor pendatang baru dari Makassar, Fajar Baharuddin. Pemuda yang akrab disapa Bojan, ini amantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar.
Bojan yang terpilih sebagai pemeran utama setelah melalui beberapa proses seleksi panjang. Sebagai mantan aktivis Bojan
mengaku bersyukur diberi kesempatan memerankan film yang kaya akan kearifan lokal budaya Makassar tersebut.
“Saya sudah menunggu momen ini 3 tahun, dan akhirnya 7 November nanti apa yang kami kerjakan bersama seluruh teman-teman di Ati Raja sudah bisa kita nikmati bersama,” ungkap Bojan, gembira.
Ia juga meminta dukungan agar Film ini semakin laris dan dapat dipertandingkan di festival-festival film unggulan.
Dukungan masyarakat untuk menyaksikan film ini akan sangat membantu meningkatkan rating film Ati Raja.
“Mohon dukungan teman-teman. Apalagi trailer Film Ati Raja sudah dipublis sejak awal Oktober lalu. Mari kita sama-sama menyaksikan film ini di bioskop kesayangan Anda,” kata Andi Januar lagi yang tidak bosan-bosan mempromosikan ‘Ati Raja’ baik melalui akun media sosialnya maupun saat menerima aspirasi masyarakat di gedung parlemen.
Film Ati Raja diproduksi oleh 786 Production. Tanggal 7 November 2019 dipilih sebagai hari penayangan pertama karena bertepatan HUT Makassar ke 412.
Ancu Amar, produser film Ati Raja, menjelaskan
sosok Ho Eng Dji (HED) adalah penyair dan musisi Makassar yang wafat pada 1960. Ia berlatar budaya Tionghoa. HED sosok yang meleburkan sekat-sekat etnik dalam masyarakat di Makassar.
“HED adalah sosok seniman dan budayawan utama pada masanya. Bahkan setelah kemerdekaan, hingga kini karya-karyanya tetap abadi,” ujar Ancu Amar.
Ancu Amar yang juga ikut menulis skenario film Ati Raja, mencoba mengenang kembali kisah perjalanan hidup HED, termasuk karya syair-syair lagu yang bicara tentang kearifan lokal, toleransi dan cinta.
“Sayang kesuksesannya di bidang musik dan budaya, rupanya tidak semulus hidupnya. Hampir semua karya HED diberangus oleh pencabutan hak cipta, lalu menjadikannya sebagai karya NN (No Name) sampai kini,” ujar Ancu penuh sesal.
Selain Ati Raja, sebenarnya masih banyak karya cipta HED yang lain. Sebut saja lagu berjudul Sailong, Dendang-dendang, Amma Ciang dan masih banyak lagi. Namun Ati Raja dianggap telah mewakili sosok HED yang begitu melekat di benak masyarakat Makassar hingga saat ini.
Film ini didukung oleh sederet aktor dan aktris. Sebut saja Fajar Baharuddin, Jennifer Tungka, Stephani Vicky Andries, Chesya Tjoputra, Goenawan Monoharta, Yatti Lisal dan masih banyak lagi.
(Riel)





