ARA Minta Pemkot Tak Lakukan Penambahan Honorer

Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali.(FOTO: ASRI SYAHRIL)

INFOSUSEL.COM, MAKASSAR – Wakil Ketua DPRD, Adi Rasyid Ali meminta tidak ada penambahan tenaga honorer tahun 2020. Hal itu disebabkan melihat jumlah tenaga honorer lingkup kota Makassar sudah mencapai jumlah maksimal.

“Kami merekomendasikan kepada pemerintah kota tenaga honorer ini hasil validasi investigasi inspektorat kota Makassar itu dari 8.862 ternyata setelah diverifikasi menjadi 8.427. Jadi ada sekitar 435 tenaga honorer itu dihilangkan,” ungkap ARA di kantor DPRD Makassar, Jum’at (29/11/2019).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, ARA menjelaskan bahwa sebanyak 435 tenaga honorer akan ditiadakan. Hal itu disebabkan karena tidak aktif atau memang tidak ada.

“Berdasarkan hasil validasi dari inspektorat, ada 435 tenaga honorer akan dihilangkan. Mungkin karena tidak aktif lagi, kurang aktif atau memang tidak ada,” terangnya.

Selain itu, untuk tahun 2020 ARA meminta untuk tidak ada perekrutan tenaga honorer. Namun, kalaupun dibutuhkan, ARA mengimbau untuk harus melalui mekanisme yang berlaku.

“Saya kira kalau sudah cukup tenaga honorer itu kan membebani juga anggaran kita, APBD kita. Dan delapan ribuan itu sudah banyak sekali. Kecuali tenaga suka rela boleh,” paparnya.

“Tergantung permintaan SKPD. Kami juga merekomendasikan Badan Anggaran (Banggar) agar penerimaan tenaga honorer kalaupun itu dibutuhkan sangat urgen, maka sebaiknya melalui SKPD yang terkait. SKPD terkait yang lebih tahu berapa yang dibutuhkan, bukan BKD,” lanjutnya.

“Misalnya dinas perhubungan, dinas Pekerjaan Umum. Setelah itu baru melaporkan hasil BKD hasil perekrutannya. Jangan langsung ke BKD,” pungkasnya. (Andi/Dir)

Pos terkait