Fraksi Demokrat Lebih Suka Pemilihan Langsung

  • Whatsapp
Abdi Asmara.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Wacana mengganti pemilihan umum langsung dengan pemilihan melalui penujukan oleh DPR ikut ditanggapi legislator DPRD Makassar, Abdi Asmara.

Menurutnya Fraksi Partai Demokrat sejauh ini memang lebih senang jika pemilihan dilakukan secara langsung.

Muat Lebih

“Demokrat itu, sebenarnya senang kalau pilkada langsung, dipilih oleh rakyat, sesuai dengan amanat undang undang 1945, kedaulatan itu ada ditangan rakyat,” ucapnya, di gedung DPRD Makassar, Kamis (21/11/2019).

Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Makassar itu mengatakan, soal pilkada langsung atau tidak langsung memang mempunyai maksud tersendiri jika dilihat dari sisi kelebihan dan kekurangannya.

“Terkait adanya wacana untuk mengembalikan pemilihan ke DPR, kita lihatlah dulu perkembangannya seperti apa.  Karena ada plus minusnya. Di sisi lain Pilkada langsung membutuhkan anggaran yang sangat besar,”ungkapnya.

Anggaran itu menurutnya akan digunakan untuk keperluan pemilihan oleh KPU dan Panwas, sebab akan banyak masalah dalam perhitungan suara di TPS-TPS.

“Itu kan menggunakan anggaran yang cukup besar, dan cukup mengambil PAD APBD dimasing masing kabupaten/ kota. Sedangkan, jika tidak ada pilkada langsung, tentu tidak banyak mengeluarkan anggaran. Hanya saja hak demokrasi rakyat tidak diberikan,” terangnya.

Olehnya ia mengaku menyerahkan hal ini sepenuhnya pada DPR RI selaku pemilik arena.

“Kalau saya masalah memperbaharui undang undang ini kita serahkan ke DPR RI saja, karena ini arenanya. Kita disini biar berteriak mau ABC. Maunya begitu, tapi kalau di sana maunya beda ya kita ikuti di sana (pusat),” tuturnya.

Namun, politisi demokrat lebih menekankan memilih untuk pilkada langsung dengan catatan perilaku masyarakat yang kurang cerdas dalam memilih pemimpin itu perlu diedukasi.

“Kalau saya lebih senang pilkada langsung karena masyarakat bisa memilih, ah cuma ada perilaku masyarakat yang harus diubah. Yang pertama masyarakat yang pragmatis, masyarakat harus cerdas memilih orang, dalam artian memilih pemimpin,” tutupnya. (Andi)

Pos terkait