Fraksi Demokrat Usulkan Seragam Sekolah untuk Masyarakat Miskin Dianggarkan

Fatmawati Wahyuddin., legislatir Partai Demokrat Kota makassar.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Legalislator Partai Demokrat Hj. Fatmawati Wahyuddin meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali menganggarkan pembelian baju seragam sekolah bagi masyarakat miskin.

Usulan itu disampaikan anggota Fraksi Partai Demokrat ini pada lanjutan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA PPAS APBD) tahun anggaran 2020, di ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar, Jl. A P. Pettarani, Makassar, Selasa (19/11/2019).

“Pernah ada anggaran untuk pembelian baju seragam sekolah untuk masyarakat miskin. Kenapa sekarang dihapus. Saya minta Pemkot Makassar untuk kembali menganggarkan itu,” tegas legislator yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kota Makassar ini.

Menurut Fatma, masih banyak masyarakat miskin di Makassar yang tidak mampu membeli baju dan perlu bantuan.

“Jangan kita biarkan ada masyarakat yang tidak sekolah atau putus sekolah hanya karena tak punya seragam sekolah. Dan itu terjadi. Jangan kita menutup mata soal itu,” tukasnya.

Rapat Banggar dipimpin Koordinator Banggar DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali. Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar ini didampingi dua Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suhada Sappaile dan Andi Nurhaldin NH.

Hadir pula Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kota Makassar.

Tujuan penyusunan PPAS Tahun 2020 untuk terpenuhinya skala dan lingkup kebutuhan masyarakat yang dianggap paling penting dan memiliki jangkuan yang sangat luas.

Ada beberapa pokok poin pembahasan KUA-PPAS APBD TA 2020, yakni terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Sementara, untuk sektor kesehatan Fatma juga berharap ada perubahan sarana dan prasarana rumah sakit dan Puskesmas.

Fatma juga menyinggung masih banyaknya Puskesmas yang membutuhkan penambahan sarana dan prasarana.

“Malah ada Puskesmas yang tidak punya tempat tidur. Padahal banyak warga miskin yang datang berobat tapi untuk pelayanan tidak ada,” imbuhnya.

Hal itu ditemuinya saat melakukan sidak beberapa waktu lalu di beberapa rumah sakit dan puskesmas di kota Makassar.(Andi/Riel)

Pos terkait