INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Banyak pihak menyalahkan Darije Kalezic lantaran PSM Makassar terpuruk dipapan tengah, berikut diikuti catatan buruk dengan mengemas 10 pertandingan tandang tanpa kemenangan, Minggu (17/11/2019).
Tak jarang Kalezic dan Rene Robert Albert dibanding bandingkan, sebab dalam dua musim 2016-2017 Tim berjuluk Juku Eja itu selalu nangkring dipapan atas, bahkan ditahun tersebut, Robert bahkan hampir merebut kampiun.
Merujuk statistik PSM Makassar hanya memenangkan 11 laga dan mencatatkan 12 kali kekalahan dan 3 kali seri.
“Kami kalah 10 kali dan hanya tiga kali imbang dari 13 laga, ada kesalahan terstruktur yang terjadi. Semua orang bisa mengkonfirmasinya,” ungkap Darije dilansir dari Indosport.
Kendati begitu ia membela diri dan mengaku kekalahannya bukan sesuatu yang berulang.
“Seandainya kami menang sekali lalu kalah dua kali dan terus berulang, saya bisa ditanya kenapa kadang-kadang kami bisa menang dan kadang-kadang bisa kalah,” tegasnya.
“Tapi kalau kami tidak memenangkan satu laga pun, jawabannya sangat sederhana. Kami kehilangan kualitas saat laga tandang,” tandas Darije.
Meski begitu, Darije adalah sosok dibalik trofi Piala Indonesia, sebuah piala yang telah dinanti nanti PSM Makassar selama 19 tahun tanpa gelar juara.
Berikut plus minus Darije Kalezic vs Robert Rene Albert:
Robert Rene Albert
1. Di ajang Gojek Liga 1 2017, Robert Rene Albert berhasil membawa PSM Makassar ke peringkat 3, total 65 poin dari 34 laga yang berhasil dibukukan, dengan 19 kemenangan, 8 kali seri, dan 7 kali kalah.
2. Musim 2018 PSM nyaris juara dan mengunci puasa gelar untuk Juku Eja.
Hingga musim ke-32, anak asuh Robert Rene Albert kala itu berhasil berada di puncak klasemen. Namun sayang, di pekan 33 PSM bermain imbang melawan Bhayangkara FC dan berhasil disalip Persija Jakarta.
3. Dalam ajang Piala Presiden, PSM sama sekali tak pernah lolos dari fase grup selama dua musim.
4. Robert Rene Albert hanya mampu memenangkan trofi untuk PSM Makassar, itupun ajang pra-musim yang digelar PSM yang diikuti 4 tim, Adelaide United (Australia), Home United FC dan MND FC (Kamboja) dan PSM Makassar sebagai tuan rumah.
Darije Kalezic:
1. Dalam musim pertamanya menangani PSM Makassar, Kalezic berhasil membawa trofi Piala Indonesia dan sekaligus melepas dahaga PSM selama 19 tahun lamanya untuk mengangkat piala.
2. Kalezic berhasil menjadikan pemain muda PSM menunjukkan taringnya dan salah satunya Rizky Eka Pratama (REP) yang menjadi buah bibir dengan skill yang dimilikinya dan saat ini REP telah membukukan 3 asis.
3. Kalezic saat ini membuat PSM Makassar mengalami rekor terburuk tandang, total 12 kalah, 11 menang, 3 seri yang membuat PSM berada di posisi ke 9 dengan 36 poin.
4. Kalezic berhasil menjadikan PSM Makassar menjadi juara grup Piala AFC Cup dan sampai ke babak semifinal, walaupun 80 persen pemain pilihan yang ditinggalkan Robert Rene Albert. (Gilang)





