Sambut Hari Anti Korupsi, Kopel Bakal Helat Camp Demokrasi

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Menyambut momentum Hari Anti Korupsi Sedunia, Komite Pemantau Legislatif (Kopel) akan menggelar Camp Demokrasi di Malino pada 7 hinga 9 Desember nanti.

Camp demokrasi yang bertajuk anti korupsi itu mengangkat tema “Pilkada Berintegritas Anti Politik Uang” dan rencananya akan dibuka langsung oleh bupati Gowa, Adnan Purichta Ihsan Yasin Limpo beserta para rombongan.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia, Mahyuddin mengatakan, pihaknya di Camp Demokrasi itu akan menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda). Hal itu itu disampaikan di ruang Seketaris daerah Kabupaten Gowa.

“Iyya, Keynote speakernya dari Ditjen Otda Kemendagri Pak Akmal Malik sudah konfrom, Insya Allah akan hadir. Kemarin beliau sampaikan langsung saat panitia audiens di kantor Kemendagri Jakarta,” kata Mahyuddin ke awak media, Jumat (29/11/2019).

Lebih lanjut, Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unismuh itu juga berharap, dengan jumlah kurang lebih 500 peserta yang dikabarkan akan hadir itu bisa berkontribusi aktif pada semua item kegiatannya nanti. Dimana diantaranya akan melakukan kegiatan donor darah

“Peserta kurang lebih 500 orang yang terdiri dari Ormas, OKP, Komunitas, Organisasi Mahasiswa bisa berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang lebih baik, khususnya dalam rangka hari anti korupsi ini kita mengusung tema Pilkada tanpa korupsi,” imbuh Mahyudin

Sementara, menurut Sekretaris Daerah pemerintah kabupaten Gowa, Muhlis mengaku sangat merespon positif kegiatan yang dicanangkan oleh organisasi Kopel. Menanggapi bahwa kegiatan yang berlokasi di kabupaten Gowa itu, maka sebagai pemerintah siap sukseskan Camp Demorkasi.

“Ini kegiatan nasional, apalagi ditempatkan di Malino sebagai icon wisata Kabupaten Gowa harus kita sukseskan. Lokasi Camp Demokrasi KOPEL yang ada di Malino telah memberikan kontribusi besar untuk daerah ini, apalagi tahun-tahun sebelumnya, even besar ini selalu ditempatkan di lokasi ini,” beber Muhlis.

Untuk narasumber, selain dari Ditjen Otda juga dari KPU, Bawaslu Pusat, Komisioner KPK dan beberapa berasal lokal Sulawesi Selatan. (Dir)

Pos terkait