INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah melakukan penolakan terhadap klaim sepihak dan gerakan mosi tidak percaya hasil rapat formatur terpilih Musyawarah Daerah (Musda) Pemuda Muhamadiyah ke-13.
Sebanyak 14 dari 20 Pimcab melakukan penolakan hasil sepihak Musda di Gedung Pusat Dakwah Islami Muhammadiyah (Pusdim).
Sebelumnya, Musda Pemuda Muhammadiyah XIII menghasilkan 9 nama formatur terpilih sebagai tim perumus susunan pengurus Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah yang akan datang.
Namun, pada prosesnya rapat formatur cacat dan tidak berjalan sesuai aturan organisasi yang berlaku. Sebab 9 formatur yang terpilih, hanya sebagian yang menghadiri rapat untuk memutuskan Awang Darmawan sebagai Ketua terpilih PD Pemuda Muhammadiyah.
Seharusnya mutlak mengikuti Pasal 11 ayat 2, dan ayat 3 Anggaran Dasar Pemuda Muhammadiyah yang menyatakan bahwa Ketua Pimpinan Daerah dipilih dan ditetapkan oleh sembilan anggota formatur yang terpilih pada Musyawarah Daerah.
Hal ini mendorong bergeraknya para Pimpinan Cabang Se-Kota Makassar untuk melakukan penolakan dan gerakan Mosi Tidak Percaya pada hasil Musyda menyangkut rapat formatur yang dinilai cacat aturan organisasi.
Asrullah, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammdiyah Mariso menyanyangkan sikap formatur terpilih yang dinilai terlalu terburu-buru dan memaksakan kehendak dalam memutuskan Ketua Umum terpilih.
“Kami menyanyangkan sikap sebagian formatur yang mengadakan rapat tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Asrullah, Sabtu (21/12/2019).
Maka dari itu, para Pimpinan tersebut mendorong agar diadakannya rapat ulang formatur yang sesuai dengan aturan organisasi yang berlaku.
“Pokoknya kami ingin diadakan kembali rapat ulang sebagaimana sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.(lang)





