DPC Partai Demokrat Bekali Kader Pendidikan Politik

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— DPC Partai Demokrat Kota Makassar menggelar latihan pendidikan politik bagi ratusan kadernya di 15 PAC se Kota Makassar. Diklat berlangsung di Hotel Grand Himawan, Panakkukan, Rabu (22/1/2020).

Pelatihan pendidikan politik bagi kader partai besutan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini dibuka Ketua DPC Partai Demokrat, Adi Rasyid Ali. Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini berharap kadernya bisa lebih cerdas dan melek politik.

Bacaan Lainnya

“Kita memang ingin kader lebih cerdas. Mereka harus betul-betul memahami apa itu demokrasi dan bisa lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pendidikan politik ini akan terus diberikan kepada kader dan masyarakat. Ia berharap apa yang dilakukan Partai Demokrat bisa berdampak positif.

“Demokrat komitmen memberikan pendidikan politik ke masyarakat. Karena itu memang tugas Parpol,” ujarnya.

Bagi ARA, sapaannya, pelatihan ini juga bagian dari konsolidasi partai dari tingkat DPC, DPAC dan ranting se-Kota Makassar menghadapi proses politik 2020.

“Ada beberapa kondisi politik yang terjadi di pusat juga menjadi informasi kepada semua kader. Sekaligus mengevaluasi kerja-kerja fraksi Partai Demokrat di DPRD, apakah sudah bekerja sesuai dengan tupoksi dan platform Partai Demokrat,” sambungnya.

Pelatihan kali ini bertema ‘Demokrasi Langsung Sebagai Instrumen Politik yang Memperkuat Birokrasi Dalam Pembangunan dan Kita Kuat Karena Kita Solid’. Ada dua narasumber hadir sebagai pembicara yakni pengamat politik kebangsaan DR Arqam Azikin dan Zulkarnain Paturuni, Pengurus DPD Demokrat Sulsel.

Menurut akademisi Universitas Muhammadiyah ini Demokrat harus ambil skenario pada Pilwali Makassar 2020.

“Kenapa? karena Demokrat memiliki 6 kursi di parlemen. Dari simulasi politik yang dilakukan saya yakin Demokrat akan mengambil keuntungan,” tegas Arqam.

Ketua Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi Dewan Pimpinan Daerah (BPOKK DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan yaitu Zulkarnaen Paturuni, menekankan kepada kader untuk sadar akan tugas dan tnggungjawabnya.

“Demokrat harus hadir dalam setiap permasalahan yang muncul di masyarakat. Maka dari itu pengurus jangan yang mau diurusi,” tegas Zul sapaannya.(dian/riel)

Pos terkait