Gadis ABG Diculik, Disekap, Dibius, Lalu Minta Tebusan, Eh Ternyata Rekayasa

  • Whatsapp

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Seorang siswi SMP melapor diculik oleh enam orang bertopeng. Kepada polisi ia mengaku disekap selama tiga hari.

Tapi polisi tidak menemukan bukti adanya pencukikan. Juga tidak ditemukan bekas penganiayaan di tubuh gadis berusia 14 tahun itu.

Petugas Satreskrim Polrestabes Makassar juga menemukan banyak kejanggalan. Diduga penculikan siswa kelas 3 sebuah SMP ini hanya rekayasa.
Dugaan itu merujuk dari pengakuan gadis berinisial VL tersebut yang berubah-ubah.

Awalnya VL mengaku diculik enam orang bertopeng tak jauh dari tempat tinggalnya, di Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar, Ahad (19/1/2020. Selama dua hari ia menghilang. Lalu pada Selasa (21/1/2020) lalu, dia pulang ke rumahnya. Kepada keluarganya ia mengaku disekap kawanan penculik.

Cerita VL ditanggapi serius keluarganya. Peristiwa itu lalu dilaporkan ke polisi.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengaku menemukan kejanggalan selama proses pemeriksaan.

“Kita konfirmasi beberapa kali. Akhirnya terungkap bahwa korban ini sengaja membuat cerita penculikan karena takut pulang ke rumahnya,” kata Ibrahim dalam ekspos hasil penyelidikan di kantornya, Jumat (24/1/2020).

Pengakuan disekap, dibius dengan cara disuntik dan meminta tebusan Rp 50 juta juga tidak bisa dibuktikan.

“Kita lakukan pendalaman lagi soal suntikan bius hingga di bawa lari pakai mobil oleh pelakunya. Tapi kita dapatkan lagi kejanggalan-kejanggalan. Setelah dicek, di tangan yang bersangkutan ternyata sama sekali kita tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Ibrahim.

Belakangan terungkap motif dugaan penculikan ini direkayasa oleh VL sendiri karena takut pulang ke rumahnya. Ia sempat menginap di rumah rekannya hingga menjadi juru parkir liar di Jalan Hertasning.(riel)

Pos terkait