Makassar Produksi 10 Ton Sampah Tiap Hari, Iqbal : Hanya 10 Persen Didaur Ulang

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa lebih menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia setelah Cina. Warga Makassar yang berpenduduk 1,6 juta lebih ikut berkontribusi dengan memproduksi 10 ton setiap hari.  Tidak semua mampu didaur ulang.

‘Hal tersebut diakui Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb saat memaparkan Run Makassar di depan ratusan peserta reuni SMAN 1 Makassar angkatan 85 di Hotel Imperial Aryaduta, Sabtu (8/2/20).

Esensi Run Makassar menurut Iqbal menjadi pondasi bersama dalam bekerja memberikan pelayanan terbaik kepada publik.

“Ada tiga pilar utama  Run Makassar yakni Clean, Comfort, dan Continuity. Clean atau bersih memiliki makna yang luas. Bukan hanya kebersihan fisik sebuah lingkungan kota, namun juga kebersihan manajemen di dalam tubuh birokrasi itu sendiri” ujar Iqbal yang tercatat sebagai alumni SMANSA 85, saat membuka acara ini.

Ajang reuni ‘85’ kali ini berbeda.  Dikemas dalam bentuk kegiatan peduli lingkungan.  Lokakarya pengendalian limbah plastik salah satu agenda Temanya,  ‘Makassar Bersih, Indonesia Bersih’.

Indonesia sebut Iqbal, salah satu Negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia setelah Cina.

‘’Di dalamnya termasuk Makassar yang memproduksi sampah tiap harinya mencapai 10 ton dan tidak sampai 10 persen yang bisa didaur ulang,” ungkap Iqbal.

Kurangnya edukasi memilah sampah mana yang anorganik dan organic, menjadi penyebabnya.

“Padahal, ibu-ibu rumah tangga sudah memilah, namun datang satgas kebersihan, langsung dia campur. Padahal sudah ada aturannya. Ini yang masih harus kita edukasi,” ujar Iqbal melalui rilis yang dterima INFOSULSEL.COM melalui Humas Pemkot Makassar, Sabtu (8/2/2020).

Ada juga kebiasan masyarakat yang juga harus dihentikan yakni menjadikan laut sebagai tempat membuang sampah.

‘’Untuk itu, diperlukan suatu konsep pengelolaan sampah, utamanya sampah plastik di wilayah daratan, agar tidak berdampak pada lingkungan hidup di wilayah pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil,’’ urai Iqbal.

Ikut menjadi narasumber Deputi IV Kemenko Bidang Maritim dan Investasi RI Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA dengan materi “Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Membuka Peluang Usaha Baru”.

Juga ada Ujang Solihin, S.Si, M.Sc (Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah KLHK). Ia membawakan materi  “Indonesia Bebas Sampah 2025” dan Ir. H. Asrul Hoesein (Direktur Green Indonesia Foundation), “Tantangan dan Peluang Pengelolaan Sampah Plastik di Kota Makassar”. (riel)

Pos terkait