INFOSULSEL.COM, – Undang-Undang kewarganegaan baru India berbuntut panjang. Regulasi yang dianggap diskriminasi terhadap agama minoritas (Islam) di India berdampak pertumpahan darah pemilik Masjid Tajmahal itu..
Tercatat, telah ada puluhan warga India beragama Islam dibunuh dan ratusan mengalami kekerasan atas panatisme agama dari kelompok Hindu dan pendukung Undang Undang kontroversi itu.
Hasilnya, deretan petinggi negara dari berbagai belahan bumi mengecam kejadian tersebut. Salah satu yang paling murka atas kejadian itu yakni Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Dilansir dari viva.co.id, Sabtu (29/2/2020), Presiden Erdogan langsung meradang saat mengetahui kabar pembantaian berdarah yang dialami warga muslim di India beberapa hari lalu.
“India saat ini menjadi negara dimana pembantaian telah meluas. Pembantaian apa? pembantaian muslim. Oleh siapa? Hindu,” kata Erdogan di Ankara seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat 28 Februari 2020.
India memang tengah menjadi sorotan dunia setelah meletus kerusuhan berdarah di New Delhi yang menewaskan puluhan korban jiwa tak berdosa. Data terakhir korban meninggal mencapai lebih dari 42 orang. Korban luka mencapai ratusan.
Kerusuhan yang meletus di New Delhi dipicu dengan pro-kontra UU Kewarganegaraan yang antimuslim. Dan ini menjadi kerusuhan berlatar belakang agama yang terburuk setelah tahun 2002 dimana saat itu lebih dari 1.000 orang meninggal.
red: gun





