Andi Sudirman Paparkan Capaian Pembangunan di Penutupan Rakerda PDIP

Penutupan Rakerda PDIP Sulsel di Hotel Claro, Jumat (13/3/2020) malam.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menghadiri penutupan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sulsel di Claro Hotel Makassar, Jalan AP Pettarani, Jumat, (13/3/2020) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Sudirman menegaskan jika dirinya tetap akam bersama partai PDIP sampai saat ini.

Bacaan Lainnya

“Mohon maaf, berhubung karena saya sedang kunjungan kerja di Luwu Utara, belum sempat menghadiri acara pembukaan. Namun yang pasti, saya tidak akan melupakan partai ini. Partai yang senantiasa selalu setia, berdiri di depan kita. Luar biasa,” ujar Andi Sudirman.

Ia juga menceritakan pengalamannya saat bersama dengan Gubernur Nurdin Abdullah bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri. Dirinya banyak mendengarkan arahan, terutama dalam komitmen.

“Bu Mega berpesan untuk senantiasa menjaga komitmen kuat untuk negara yang berdaulat pangan. Saya sendiri masih sama seperti komitmen di awal, tanpa keraguan. Dengan prinsip, bahwa jika seekor sapi talinya dipegang, maka manusia yang dipegang adalah kata-katanya. Mohon dukungan untuk kami,” terang Andi Sudirman.

Alumni Fakultas Teknik Unhas ini juga memaparkan capaian capaian pembangunan selama pemerintahan dirinya bersama Gubernur Nurdin Abdullah seperti pembagunan infrastruktur daerah terpencil, dan beberapa ruas jalan antara kabupaten yang sampai saat ini terus digalakkan.

Terakhir, Andi Sudirman menyampaikan tentang pertemuannya dengan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dalam update pembangunan Sulsel, termasuk beberapa diantaranya ialah progress ruas jalan terisolir Sabang-Seko-Rampi, ruas jalan Bua-Rantepao, ruas jalan Batusitanduk-Lilikira/Sadan, ruas jalan Sidrap-Larompong Luwu, ruas jalan Parigi-Bungoro, dan ruas jalan MNP-Maros alternatif lingkar luar pesisir.

Selain infrastruktur, hal lain yang juga menjadi perhatian pemerintahannya ialah pengendalian stunting, kemiskinan dan gizi buruk, juga diminta lebih mendapat dukungan pusat.

“Masalah sosial kemiskinan dan gizi buruk, kami berkolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Di salah satu kabupaten, kami menangani kasus gizi buruk selama 45 hari, dan Alhmadulillah anak tersebut berangsur pulih seperti banyak foto yang beredar di media online,” ungkapnya.

(gun)

red: gun

Pos terkait