Pendapatan Driver Online Turun Drastis

  • Whatsapp
ILUSTRASI

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Penetapan status darurat bencana oleh pemerintah sebagai tindak lanjut penanganan penyebaran Virus COVID-19 dan adanya imbauan Social Distancing berdampak pada menurunnya pendapatan driver jasa transportasi online sampai 70 persen.

Kondisi ini dialami para driver online di Makassar. Bahkan penurunan pendapatan tersebut sesungguhnya sudah terjadi sejak Oktober 2019 lalu. Penurunan itu semakin dirasakan sejak Virus Corona merebak di Indonesia.

‘’Pendapatan insentif driver Grab dan Gocar menurun mulai bulan Oktober 2019. Itu hampir 50 persen. Yang tadinya Rp 200 ribu turun jadi Rp 110 ribu per 16 trip tiap hari,” jelas Sekretaris Jendral Koalisi Driver Online Sulsel, Mujahidin Malik, Sabtu (21/3/2020).

Berkurangnya pendapatan para driver ini semakin diperparah sejak isu Covid-19 merebak dan menyusul penetapan status darurat bencana oleh pemerintah sejak 16 Maret lalu. Bahkan ada yang pendapatannya turun sampai 70 persen.

‘’Kami makin tidak bisa tutup poin (Tupo) semenjak pemerintah memberlakukan bencana tanggap darurat nasional. Karena kantor, sekolah kampus, dan pusat perkantoran banyak yang tutup,” keluh Moja, sapaannya.

TuPo merupakan istilah driver online untuk mendapatakan bonus 100% dari providernya.

Akibat penurunan pendapatan ini Koalisi Driver Online Sulsel akan menyurat ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  meminta penundaan cicilan selama enam bulan dan meniadakan denda.

‘’Koalisi Driver Online di Makassar akan menyurat ke OJK meminta penundaan cicilan dan meniadakan denda. Kami juga meminta kompensasi garansi pendapatan ke Grab selama masa tanggap darurat bencana nasional dicabut oleh pemerintah,” ujar Moja.

Menurutnya imbau untuk tidak bepergian dan tetap di rumah sangat berdampak pada menurunnya penggunaan aplikasi transportasi online hingga 70 persen.

‘’Ini tentu saja sangat berpengaruh pada pendapatan anggota kami, yang juge pada akhirnya sangat berpengaruh pada kemampuan pembayaran kredit baik di bank maupun di perusahaan leasing,” sebut Moja.

Ia berharap OJK bisa memfasilitasi agar bank maupun leasing dapat memberikan skema restrukturisasi kredit pembiayaan mobil khususnya buat pelaku usaha transportasi online dengan meniadakan pembayaran dan denda hingga 6 bulan ke depan.(riel)

Pos terkait