INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Daeng Djumakking dan keluarganya, sumringah. Ia tak lagi harus menahan dingin saat tidur di malam hari karena hujan menembus atap dan dinding rumahnya yang bolong-bolong. Bersama keluarganya, lelaki renta ini juga tidak harus begadang menunggu redanya hujan di malam hari hanya untuk tidur.
Berkat bantuan Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Iqbal S Suhaeb, lelaki tua yang akrab disapa Daeng Makking dan keluarga ini sudah menikmati rumah layak huni di Rumah Sususan Sederhana milik Pemerintah kota Makassar di Kelurahan Balla Parang, Kecamatan Rappocini. Setidaknya penderitaan yang rasakan selama 20 tahun lebih, sejak Rabu (11/3/2020) sudah berubah.

Hari itu Iqbal Suhaeb sengaja mendatangi gubuk Daeng Djumakking di Kelurahan Balla Parang, Kecamatan Rappocini, Rabu (11/3/2020). Pejabat nomor 1 di Pemkot makassar ini lalu mengajak Deng Makking bersama dua anak dan tiga cucunya tinggal sementara di Rusun.
Iqbal terenyuh saat melihat video Deng Makking yang dikirim seorang warga melalui WhatsApp (WA) pribadinya. Video itu juga sempat viral di media sosial. Dalam video berdurasi singkat itu terlihat kondisi tempat tinggal Daeng Makking, sungguh sangat memprihatinkan. Air hujan menggenangi lantai gubuknya yang reyot. Gubuk itu beralaskan tanah yang ditingalinya sudah 20 tahun lebih. Atap dan dinding gubuknya yang dipasang seadanya,pun berlubang-lubang sehingga tidak bisa menahan air saat hujan.
“Kita semua berdosa jika membiarkan saudara kita hidup menderita seperti ini. Apalagi kondisi kesehatan Daeng Makking juga sudah menurun. Belum lagi beban keluarga yang harus di hidupinya. Alhamdulillah setelah mengajaknya berbicara, beliau setuju untuk kita bawa tinggal sementara di Rusunawa,” ujar Iqbal usai membantu Deng Makking berkemas untuk diantar ke tempat tinggal sementaranya.
Iqbal mengaku bersyukur karena beberapa dermawan telah memberikan bantuan pembangunan rumah baru untuk Daeng Makking dan keluarganya.
“Video itu sangat menyayat hati. Makanya saya langsung perintahkan OPD terkait untuk bergerak cepat. Saya juga sudah minta Dinas Sosial untuk mengecek dan mendata kembali warga yang selama ini luput dari pemantauan,” lanjutnya.
Dalam proses pemindahan Dg Makking dan keluarganya ini, Iqbal didampingi oleh sejumlah OPD. Di antaranya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar Fathur Rahman, Kadis Sosial, Mukhtar Tahir, serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Irwan Bangsawan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar Fathur Rahman mengatakan rencana awal yang sudah disiapkan yakni membangunkan rumah di lokasi tempat tinggalnya.
“Pak Wali perintahkan agar Daeng Makking harus mendapatkan kehidupan yang layak. Skenario pertama, kami ingin membangunkan rumah di tempat tersebut. Namun belakangan diketahui bahwa tanah tersebut merupakan fasum fasos. Akhirnya kita lakukan opsi kedua yakni menempatkannya untuk sementara di Rusunawa hingga pembangunan rumahnya selesai,” jelas Fathur Rahman.
Selama di Rusunawa, Pemkot Makassar akan menjamin kebutuhan Daeng Makking dan keluarganya, baik kesehatan, pendidikan, termasuk kebutuhan sandang dan pangan.
Sejak viral di sosial media, banyak dermawan yang datang memberikan bantuan, termasuk salah satu di antaranya memberikan sertifikat tanah untuk digunakan lokasi pembangunan rumah tempat tinggal Daeng Makking bersama keluarganya.(riel)






