INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Ribuan pekerja Tempat Hiburan di Makassar bakal nganggur. Hal itu menyusul rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan menutup seluruh THM selama 14 hari. Kebijakan ini guna menangkal penularan Virus Corona (Covid-19).
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Ir.Rusmayani Madjid menyampaikan hal tersebut saat mengumpulkan para pengelola usaha industri pariwisata di kantornya, Jl.Urip Sumoharjo, Selasa (17/3/2020) pagi.
Menyikapi rencana itu dua ketua organisasi yang menghimpun usaha industri pariwisata di Makassar, Asosiasi Refleksi Kesehatan (Arkes) dan Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM) menyatakan penolakannya. Alasannya karena seluruh usaha di bawah naungan dua organisasi ini tengah melakukan persiapan penutupan selama 40 hari jelang dan setelah Ramadhan 2020.
“Sebaiknya Pemkot Makassar mengutamakan sosialisasi ke pengusaha dan masyarakat, bagaimana cara menangkal Virus Corona. Bukan malah menutup seluruh usaha yang ada. Sebab di sana ada ribuan tenaga kerja yang harus menghidupi keluarga mereka. Apalagi saat ini perekonomian dalam masa sulit seperti ini. Seharusnya Pj Walikota bisa memahami dampak sosial yang ditimbulkan,’’ tegas Usdar Nawawi kepada INFOSULSEL.COM, Selasa (17/3/2020).
Hal senada dikatakan Ketua AUHM, Zulkarain Ali Naru. Ia menilai penutupan bukan solusi yang tepat. Apalagi di Makassar seperti yang diakui Kadis Kesehatan Makassar, dr Naisyah Tun Azikin, dari tiga kasus suspek belum ada yang dinyatakan positif.
“Menurut saya, ini langkah yang ceroboh. Salah satu contohnya diliburkannya sekolah-sekolah selama dua minggu. Padahal belum ada kasus positif di Makassar. Bahkan di Sulsel. Yang dikawatirkan nanti saat mereka masuk sekolah baru ada ditemukan kasus. Itu kan fatal,” ungkapnya saat dihubungi, sesaat lalu.
Zul, sapaanya menyarankan Pemkot Makassar melakukan kajian terlih dahulu baru mengambil tindakan. “Bukan sebaliknya, kebijakan dulu baru tindakan,” cetus Zul.
Menurut Zul, AUHM sudah melakukan langkah antisipasi sebelum Pj Walikota Makassar berencana menutup THM. Antisipasi nyang dilakukan yakni mengeluarkan imbauan untuk sementara tidak boleh mengadakan event-event dengan mendatangkan bintang tamu dari luar.
‘’Karena takutnya orang yang dari luar justeru membawa penyakit masuk ke Makassar,’’ katanya.
Zul menekankan Pemkot Makassar harus bijak menentukan sikap. ‘’Tempat keramaian bukan hanya tempat hiburan saja, tapi pasar dan mall juga tempat keramaian,” katanya.
Meski demikian AUHM dan Arkes tetap melakukan antisipasi dengan melakukan pengurangan jam operasional sampai empat jam. Cara ini bagi Usdar dan Zulkarnaen salah satu solusi sembari melihat kondisi ke depannya. Tapi keduanya berharap kejadian seperti di Wuhan, China dan di Italia tidak terjadi di Indonesia.
Merebaknya Virus Corona secara global diakui Usdar dan Zul berdampak terhadap pendapatan pada seluruh usaha industri pariwisata di Makassar.
‘’Sejak awal tahun ini pendapatan di semua THM anjlok drastis. Semakin anjlok lagi sejak merekabnya Virus Corona. Bahkan sampai 87 persen,” ungkap Zul.
Kadis Pariwisata Rusmayani Majid juga mengakui dunia pariwisata paling merasakan dampak dari pandemi Coronavirus Covid-19. Karena itu ia akan segera berkordinasi dengan Pj Walikota Makassar terkait hasil pertemuan tersebut.
“Soal kemungkinan penutupan sementara THM akan kami pertimbangkan kembali. Mengingat ada karyawan yang diupah harian. Selain itu akan ada penutupan menyambut Hari Raya Nyepi, selama Ramadhan hingga Idul Fitri,” jelas Maya, sapaanya.(riel)





