92 ABK KM Lambelu Positif Corona

KM Lambelu masih bersandar di ujung dermaga sebelah selatan Pelabuhan Makassar.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Hasil pemeriksaan swab 151 Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Lambelu, 92 diantara positif terpapar virus corona.

“Dari hasil pemeriksaan tim gugus tugas, ada penambahan 66 kasus positif Covid-19 dari total 109 orang yang diperiksa, 43 lainnya dinyatakan negatif,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan dr Muh. Ichsan Mustari, Jumat (17/4/2020).

Saat ini, seluruh ABK KM Lambelu dikarantina di dalam kapal karena berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan orang dengan gejala minimum. Mereka diperiksa sejak pada 12-16 April.

“Setelah dilakukan pemeriksaan swab pada 12 – 16 April 2020 dari 109 orang yang diperiksa, terdapat 66 orang yang positif,” kata Ichsan pada telekonferensi yang digelar di Makassar, Jumat malam.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) melakukan portstay terhadap KM Lambelu saat tiba di Pelabuhan Makassar pada Rabu (8/4/2020) malam.

Langkah tersebut diambil untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi nakhoda dan petugas kapal. Juga karena beberapa rute yang dilalui kapal ini tidak disinggahi, karena adanya penutupan wilayah dari pemerintah setempat.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihak PT Pelni bekerja sama dengan KKP dan Dinas Kesehatan setempat melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pelaksanaan rapid test bagi nakhoda dan seluruh petugas kapal.

Kapal ini sebelumnya berlayar dari Tarakan, Kalimantan Utara. Ada 233 penumpang dan ABK di atas kapal saat menuju Maumere. Kapal itu tiba di perairan Maumere, Kabupaten Sikka, pada Senin (6/4/2020) sekitar pukul 02.30 WITA.

Namun kapal ini dilarang bersandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere pada Selasa (7/4/2020) setelah tiga kru kapal terindikasi positif virus corona. Dari Maumere, kapal itu lalu melanjutkan pelayaran ke Makassar dalam keadaan kosong kecuali para ABK.

Kasus ABK Lambelu ini ternyata diakumulasi dengan data jumlah kasus positif COVID-19 di Sulsel. Itulah sehingga data kasus pasien terpapar corona di Sulsel melejit menjadi 332 kasus. “Padahal tidak semuanya adalah warga Sulsel,” ujar Ichsan.(riel)

Pos terkait