INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mengecam Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar lantaran data laporan tentang refocusing anggaran OPD sebesar Rp 432 miliar belum pernah dilaporkan.
Sebelumnya pada rapat paripurna LHPJ Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb menjabarkan laporan tentang jumlah anggaran refocusing. Namun anggota DPRD Kota Makassar menilai apa yang disampaikan Iqbal hanya sekadar rencana belaka.
Koordinator Badan Anggaran DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali (ARA) meminta data tersebut dijabarkan secara konkrit.
“Kami meminta Pj walikota menjabarkan anggaran BTT Rp 30 miliar dan dana silfa Rp 143 miliar yang digunakan untuk penanganan Covid-19 segera dilaporkan. Sebab sampai hari ini laporannya belum ada. Uang ratusan milyar itu dibelanjakan untuk apa saja,” tanya ARA, sapaan Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini kepada wartawan Rabu (23/4/2020).
Menurut politisi Partai Demokrat ini, Rp 143 dana silpa yang dibelanjakan tersebut merupakan parsial pertama.
”Untuk parsial kedua refocusing ini kami minta datanya. Karena saya dengar sampai Rp 700-an miliar. Iitu ancang-ancang sampai bulan Oktober. Nah, dana sebsar itu untuk apa saja. Kami perlu tahu,” terang Ketua DPC Partai Demokrat kota Makassar ini.
ARA mengingatkan kepada Pemerintah Kota Makassar untuk tidak mengesampingkan komunikasi dengan DPRD Kota Makassar.
“Kami meminta Pemkot Makassar untuk melakukan komunikasi dengan DPRD. Jangan anda langsung-langsung saja. Anda harus sampaikan kepada kami. Meskipun darurat nasional, tapi kita juga butuh data. Dan sampai sekarang datanya belum ada,” cetus ARA.
ARA mengakui apa yang disampaikan oleh Pemkot Makassar baru gambaran dengan angka-angka ke Badan Anggaran (Banggar). Itu pun baru diberikan 10 menit sebelum rapat Banggar.(andi/riel)





