Fakta Menyedihkan Peringatan ‘May Day’ di Makassar, Hampir 10 Ribu Pekerja Dirumahkan

Ribuan buruh di Makassar menggelar aksi di hari Buruh internasional Selasa 1 Mei 2018. (INT)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Peringatan Hari buruh (May Day) di Kota Makassar, Jumat (1/5/2020) tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Disebabkan oleh penyebaran virus corona di sejumlah daerah di Indonesia termasuk kota Makassar.

Hari Buruh yang biasanya diperingati dengan aksi tumpah oleh berbagai mahasiswa, Serikat Buruh dan masyakarat pada umumnya di jalan. Namun nyatanya urung digelar lantaran Makassar tengah menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini juga memaksakan sebagian masyarkat berdiam di rumah untuk sementara waktu sebagai upaya memutus rantai penularan virus Corona. Termasuk para buruh yang sebagian besar harus beralih bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH).

Dari data yang dirilis Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makasaar, tercatat hampir 10 ribu ataubdetailnya ada di angka 9.296 tenaga kerja yang dirumahkan termasuk PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Sementara perusahaan yang terdampak Covid-19 dan telah melapor ke Disnaker ada sebanyak 316 perusahaan.

“Perusahaan yang terdampak dan melaporkan ke Disnaker Kota Makassar adalah 316 perusahaan, dan tenaga kerja yang terdampak sebanyak 9.296 orang,” kata Kepala Disnaker Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan saat menggelar video konfrens, Jumat (1/5/2020).

Adapun penjelasan dari Irwan terkait 9.296 karyawan terdampak, masih ada 323 orang yang menerima gaji full, sedangkan 4.732 karyawan hanya mendapat 20 persen gajinya. Tanpa upah sebanyak 4.241 orang, dan kena PHK sebanyak 224 orang.

“Sebanyak 4.241 karyawan yang tidak menerima upah ini yang kami carikan solusi salah satunya kami mengarahkan untuk mendaftar kartu prakerja,” pungkasnya.

Adapun langkah Disnaker Makassar kedepan yakni melakukan talkshow baik melalui media sosial maupun dengan media lainnya terkait kartu prakerja. Irwan menegaskan, bagi masyarakat yang ingin bertanya mengenai kartu prakerja, pihaknya tetap melayani keluhan-keluhan yang datang melalui media sosial atau WhatsApp di Nomor 081355693458.

(Andi)

red: gun

Pos terkait