INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Ada sepenggal cerita menarik di panggung kompetisi penghafal quran Hafizh Indonesia. Sedikit yang tahu bahwa selama dua tahun audisi Hafizh Indonesia 2020 dan 2019 lalu, peserta delegasi dari kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) adalah dua bersaudara.
Keduanya Khalid dan Syafiqah. Mereka adalah putra putri dari ustadz Marwan Amir, guru tahfiz Sekolah Islam Terpadu Al Insyirah yang berlokasi di Jl Pacarekkang Daya, Makassar.
“Keluarga besar Sekolah Al Insyirah turut berbangga dengan pencapaian UstadzMarwan yang telah mampu menghantarkan kedua anaknya dua tahun berturut-turut mewakili Sulsel di ajang nasional,” kata Direktur Yayasan Sekolah Islam Terpadu Al Insyirah Makassar Drs Junaidi MPd di Makassar, Selasa (19/5/2020).
Menurutnya, dengan keberhasilan itu, turut memberi motivasi kepada siswa sekolah Al Insyirah untuk berusaha keras untuk menjadi penghafal quran.
“Citra dan nama Al Insyirah ikut serta dari pencapaian ini. Bahwa program tahfiz di sekolah Al Insyirah turut dibimbing oleh sosok yang telah teruji mampu menjadikan dua anaknya menjadi peserta kompetisi Hafizh Indonesia.
Tahfizh merupakan program pendidikan andalan dari sekolah Al Insyirah. Menargetkan semua siswa mampu menghafal quran minimal 3-5 juz yang dibimbing para guru hafizh pilihan dan berpengalaman.
Ustadz bertubuh jangkung kurus ini berterima kasih kepada rekan guru di Sekolah Al Insyirah atas dukungan.
“Juga penghargaan kepada pihak Yayasan Al Insyirah yang telah memberi kesempatan izin dari kegiatan pengajar selama proses audisi dan karantina Hafizh Indonesia. Semoga bisa menjadi motivasi bagi semua dan penyemangat bagi siswa Sekolah Al Insyirah untuk selalu dekat dengan Al Quran,” imbuhnya.
Khalid di panggung Hafizh Indonesia sukses sampai di 9 besar peserta terbaik Hafizh Indonesia 2020. Sedangkan Syafiqah terbaik 22 (dari 30 peserta) di program andalan RCTI selama bulan Ramadhan.
Ustadz Marwan menuturkan tips agar bisa memiliki anak penghafal quran yang bisa diterapkan oleh setiap keluarga. Cukup mengajarkan anak membaca dan menghafal AlQur’an sejak usia dini dengan penuh mujahadah (kesungguhan).
“Karena pada prinsip 2/3 pendidikan itu lahir dari dalam rumah atau madrasatul ula. Maka peran orangtia paling utama yakni dengan ikhlas (niat), mujahadah, dan muroja’ah terus menerus sampai mati,” urainya.(riel)





