INFOSULSEL.COM, JAKARTA | Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menemui massa mahasiswa yang berunjuk rasa di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) malam.
Dasco keluar dari Kompleks DPR/MPR RI sekitar pukul 19.25 WIB melalui pintu kecil di samping gerbang utama dengan pengawalan ketat polisi dan asistennya.
Selain Dasco, anggota DPR Habiburokhman dan Saan Mustopa turut menemui para mahasiswa. Mereka tampak berjalan beriringan menuju ke arah massa aksi.
“Selamat datang Bapak Sufmi Dasco. Pak berkenan Pak untuk naik ke atas mobil Pak,” tutur orator yang berada di atas mobil komando.
Dasco lalu naik ke mobil komando. Disusul Habiburokhman dan Saan.
Dari atas mobil, Dasco menerangkan apa saja yang dibahas bersama perwakilan mahasiswa selama sekitar 1,5 jam di dalam gedung DPR RI. “Hidup mahasiswa, hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia,” pekik Dasco.
“Adik-adik sekalian, teman-teman mahasiswa sekalian. Barusan kami sudah melakukan audiensi. Menerima aspirasi dari teman-teman yang merupakan perwakilan dari kawan-kawan sekalian,” lanjutnya.
Dasco berjanji akan menyampaikan semua aspirasi mahasiswa kepada pihak eksekutif. Termasuk para menteri dan pejabat terkait.
“Beberapa aspirasi telah kami langsung sampaikan lewat telepon kepada pihak eksekutif. Baik Menteri ESDM maupun Kepala BGN. Didengarkan langsung aspirasi kami pada mereka,” ungkapnya.
“Tadi, (ada) beberapa aspirasi yang ditujukan kepada DPR kami sampaikan. Insya Allah kita akan sampaikan dan kita akan tindak lanjuti,” tambah politikus Partai Gerindra itu.
Sebelumnya, pimpinan DPR RI menerima audiensi perwakilan mahasiswa yang menggelar demonstrasi di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat. Pertemuan berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara I DPR RI. Dihadiri Dasco dan Saan. Juga hadir Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rano Alfath, serta Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Nazaruddin Dek Gam.
Sementara mahasiswa yang mengikuti audiensi berasal dari sejumlah kampus dan organisasi. Antara lain Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, dan Universitas Esa Unggul.
Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo mengatakan, perwakilan mahasiswa telah melakukan dialog dan penyampaian aspirasi kepada DPR.
“Mayoritas aspirasi kita, kita sampaikan kepada pihak eksekutif sebagai penentu kebijakan yang hari ini tidak cukup diperkenankan oleh teman-teman semuanya,” terangnya.
Menurut Dhenni, ada beberapa hal langsung terjawab dan ditemukan penyelesaiannya saat dialog dengan DPR. Namun, ada juga beberapa pekerjaan rumah yang memerlukan komitmen pemerintah. Salah satu pekerjaan rumah pemerintah yang disebutkannya adalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Dhenni berharap, anggota dewan bisa menjadi penyambung lidah masyarakat untuk menyampaikan suaranya. “Isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat nanti sudah lapar, emosi, pasti pemerintah yang kena,” katanya.
Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti, Arief, menambahkan terdapat tiga tuntutan utama yang dibawa dalam aksi tersebut, yakni memulihkan ekonomi dan politik nasional, memberantas inkompetensi pejabat publik, serta mengembalikan supremasi sipil.
Mahasiswa juga meminta pemerintah mengevaluasi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Adapun tuntutan terakhir adalah meminta DPR menjalankan fungsi pengawasan atau check and balance terhadap pemerintah secara lebih optimal. (*)





