IOF Sulsel Bantu Korban Banjir di Bantaeng dan Jeneponto

Pengurus IOF Rescue pengda IOF Sulsel saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Bantaeng dan Jeneponto.(DOK IOF)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Tim Rescue IOF Pengurus Daerah (Pengda) Indonesia Off-Road Federation (IOF), Sulawesi Selatan (Sulsel) menyalurkan bantuan logistik sebagai wujud kepedulian terhadap korban banjir di Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (15/6/2020).

Suplai bantuan tersebut dipimpin Ketua Harian Pengda IOF Sulsel Firzal ‘Om Pitz’ Muzaffar.

Bacaan Lainnya

Ketua Pengurus Daerah (Pengda) IOF Sulsel, Adi Rasyid Ali, mengatakan komunitas IOF menyasar daerah-daerah yang dilanda banjir bandang di dua kabupaten bertetangga tersebut.

“Pengda IOF melalui Tim Rescue IOF Sulsel memang punya program IOF Peduli. Tim ini selalu turun membantu korban di saat terjadi bencana. Termasuk saat bencana banjir di Jeneponto dan Bantaeng,” jelas ARA sapaan Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini saat ditemui di Dapur Ali di Jalan Urip Sumirharjo No. 50 Makassar, Rabu (17/6/2020).

Menurut ARA yang juga Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia Sulawesi Selatan Pengprov Pertina Sulsel) ini apa yang diberikan oleh Tim Rescue Pengda IOF Sulsel ini memang belum memenuhi kebutuhan seluruh warga terdampak banjir di dua kabupatemn tersebut.

‘’Tetapi itulah wujud kepedulian IOF Sulsel,” kata ARA yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, ini.

IOF adalah sebuah organisasi di Indonesia yang mewadahi para penggemar kegiatan off-road, kompetisi, rekreasi dan sosial kemasyarakatan.

Di bidang sosial kemasyarakatan, IOF memiliki sebuah gerakan komunitas bernama IOF Peduli. IOF Peduli berpartisipasi aktif memberikan bantuan transportasi logistik dan pertolongan di daerah-daerah yang dilanda bencana alam di  wilayah di Indonesia.

Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Bantaeng merendam tujuh keluruhan di dua kecamatan, Jumat (12/6/2020). Ketujuh kelurahan tersebut yakni kelurahan Pallantikang, Kelurahan Mallilingi, Kelurahan Letta, Kelurahan Lembang, Kelurahan Bonto Sunggu, Kelurahan Bontoatu, Kelurahan Bontorita di Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissapu.

Akibat banjir tersebut ribuan rumah, kantor dan fasilitas umum rusak berat. Juga menelan korban jiwa. Banjir disebabkan curah hujan yang cukup tinggi yang menyebabkan meluapnya debit air di Sungai Calendu. Bahkan, tingginya intensitas curah hujan membuat tanggul Cekdam Balangsikuyu jebol di sisi kanan karena tak mampu menampung tingginya debit air.(riel)

Pos terkait