Askindo Salurkan Satu Truk Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Masamba

Sekjen Askindo Yusa Rasyid Ali menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang di Masamba, Luwu Utara kepada perwakilan Pemkab Luwu Utara yang disaksikan Asisten Dua pemkab Lutra, Syamsul Syair.(IST)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Pengurus Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) ikut berperan dalam misi kemanusian dengan memberi bantuan bagi korban banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel).

Bantuan kemanusiaan ini diserahkan langsung oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) Askindo, Yusa R Ali, di Posko Bukit Indah, Selasa (21/7/2020). Hadir menyaksikan penyerahan bantuan kemanusiaan tersebut Asisten 2 Pemkab Lutra Syamsul Syair dan petugas Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lutra .

Bacaan Lainnya

Bantuan kemanusiaan ini terdiri dari sarung, mie instant, beras, biscuit, obat-obatan dan hand sanitizer. Bencana alam di Lutra paling parah melanda tiga kecamatan yakni Masamba yang merupakan pusat kota Lutra, Sabbang dan Baebuntah.

Sebelumnya daerfah ini tidak pernah mengalami banjir bandang. Kota Masamba sampai saat ini masih tertutup lumpur tebal. Alat berat sudah dikerahkan untuk membersihkan material yang menutup jalan-jalan utama dan pemukiman penduduk.

Luwu Utara merupakan salah satu sentra tanaman kakao di Sulsel. Yusa memperkirakan sekitar 10% kebun kakao terdampak banjir bandang, terutama di Kecamatan Baebuntah.

Yusa berjanji akan kembali ke Masamba untuk membawa bantuan bersama perusahaan-perusahaan besar seperti Cargill, Mars, Mondelez, Olam dan lainnya.

‘’Nanti Askindo bersama anggota-anggotanya yang merupakan perusahaan besar seperti Cargill, Mars, Mondelez, Olam dan lain-lain akan memberikan bantuan. Termasuk obat-obatan guna mencegah penularan Covid-19. Dalam bantuan mendatang akan ditambahkan beberapa kebutuhan lainnya yang saat ini sangat mendesak bagi warga terdampak banjir bandang,” kata Yusa R Ali.

Meski di daerah ini banyak petani kakao, namun bantuan yang diberikan Askindo tidak hanya untuk petani kako saja melainkan kepada masyarakat terdampak bencana.

‘’Bukan hanya untuk petani kakao saja. Karena akses masuk ke desa-desa produksi kakao masih susah. Petani kakao juga sudah menyebar ke posko-posko pengungsian yang ada. Contohnya posko Bukit Indah yang dikelola masyarakat setempat berada di daerah yang lebih tinggi dengan pengungsi terdiri dari bermacam profesi seperti pegawai, petani, pedagang dan lain-lain,’’ jelas Yusa.(riel)

Pos terkait