INFOSULSEL.COM, LUWU UTARA – Kerukunan Keluarga Berutallasa (KKB) Gowa menyalurkan ratusan paket sembako dan masker kepada korban banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Kamis (24/7/2020) kemarin.
Ketua Umum KKB Gowa, Suhandi Saminja mengatakan, distribusi yang dilakukannya berasal dari penggalangan dana dari masyarakat Berutallasa dan kreativitas pengurus yang sifatnya tidak mengikat.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama teman-teman menjadi perpanjangan tangan masyakarat yang ada di desa kami. Mudah-mudahan ini bermanfaat,” ucap Suha sapaannya, Jumat (24/7/2020).

Soal banjir yang meluluhlantakkan beberapa titik di Masamba, ia mengaku prihatin. Sebab, diketahui ada dugaan kelalaian pemerintah yang tidak mengelola dan menjaga dengan baik kelestarian lingkungannya.
Dugaan tersebut diperkuat, setelah salah seorang guru besar Universitas Hasanuddin merilis hasil risetnya yang menyatakan, banjir tersebut disebabkan adanya praktik penebangan hutan dan perluasan lahan-lahan perkebunan sawit.
“Saya sebagai warga Indonesia sangat menyesali jika kelalaian kembali terjadi. Apalagi, saat ini pemerintah tengah gencarnya ingin mengesahkan Omnibus Law,” tutur mahasiswa Akuntansi UNM ini.
Selain itu ia berharap, masyarakat tidak awam melihat fenomena alam yang kerap terjadi, khususnya banjir bandang, kebakaran hutan dan tanah longsor.
“Lingkungan harus kita jaga. Kita hidup karena bumi. Maka, seyogyanya kita juga bisa hidup untuk bumi. Banjir, tanah yang longsor dan kebakaran, bisa terjadi karena berasal dari kelalaian manusia,” cetus laki-laki kelahiran Gowa ini. (andi)






