INFOSULSEL.COM, MAKASSAR —– Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memilih memasifkan swab kepada masyarakat ketimbang memberlakukan Pembatasan Sosial berskala besar (PSBB) penanganan wabah Covid-19 di Kota Makassar. Tahap awal dimulai di enam kecamatan yang selama ini menjadi episentrum penyebaran Covid-19.
“Kita tidak memilih opsi PSBB karena itu bisa memukul kembali ekonomi masyarakat yang akibatnya bisa lebih parah. Kita tidak ingin krisis ekonomi berlanjut menjadi krisis sosial,’’ tegas Penjabat (Pj) Walikota Makassar Prof Rudy Djamaluddin kepada wartawan di Rumah Jabatan Walikota Makassar, Kamis (10/9/2020).
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Makassar ini menyebut akan lebih fokus pada upaya penerapan protokol kesehatan secara maksimal di tengah masyarakat.
‘’Kebiasaan menerapkan protokol kesehatan saat beraktifitas di luar rumah akan lebih efektif dalam menghentikan penularan covid-19. Penerapan protokol kesehatan kami harap tidak lagi menjadi paksaan namun sudah menjadi kebiasaan baru bagi warga kota,’’ katanya.
Selain itu, Gugus Tugas Propinsi Sulsel bersama Gugus Tugas Kota Makassar mulai hari ini, Jumat (11/9/2020) akan melakukan swab massal secara massif. Swab secara bergiliran akan dilakukan di enam kecamatan yang selama ini menjadi episentrum penyebaran Covid-19.





