Pj Walikota Copot Plt Disdik, Sahruddin Said : Ini Tidak Etis

Sekretaris Komisi bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Saharuddin Said. (FOTO SUHANDI)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Penjabat Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin mengadakan pembaharuan struktur organisasi Dinas Pendidikan karena dianggap tidak mampu bekerja secara maksimal dan terukur.

Plt Dinas Pendidikan yang sebelumnya dijabat Amelia Malik Hambali, kini dijabat Irwan Bangsawan yang notabene masih mengisi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menganggap hal tersebut tidak etis.

“Tidak etis ketika detik-detik kontestasi politik akan dihelat di kota Makassar kemudian dilakukan pergantian. Menurut saya tidak rasional,” tutur Sahruddin Said di Celebes Convention Center, Rabu (2/9/2020) malam.

“Habisnya masa jabatan kemudian diganti dengan Plt yang baru yang notabene rangkap jabatan,” sambungnya.

Menurut Ajid sapaan Sahruddin Said Kepala Dinas Pendidikan yang sebelumnya dijabat oleh Amelia Malik sudah sangat baik dan mampu menyelesaikan tugasnya dengan aman.

“Kadisdik kemarin ini sudah sangat baik kemudian mampu menyelesaikan segala tugasnya tentang PPDB Kota Makassar yang aman. Kemudian menurut saya pantas dipertahankan menjadi Kadisdik. Tetapi, ada pergantian itu menurut saya tidak rasional,” pekik Ajid.

Hingga kini, legislator dari fraksi PAN itu menegaskan belum menerima orang baik kinerjanya kemudian dicopot. Dan saking tidak rasionalnya kata dia, pergantian Plt Disdik yang sudah memiliki jabatan.

“Tidak ada rasionalisasi yang bisa diterima kalau orang ini baik kemudian dicopot. Seadainya dicopot kemudian naik adalah kepala bidang/bagian di Disdik itu tidak ada masalah, karena dia kuasai,” ungkap dia.

“Tetapi yang dipilih ini faktanya sudah memiliki jabatan lain kemudian dimasukkan sebagai Plt. Coba kita berpikir sebagai masyarakat dan saya sebagai legislatif, ini ada apa? Disini saya lihat ada indikasi politik menurut saya, untuk pengamanan kandidat tertentu,” lanjut dia.

Lebih jauh, Ajid mempertanyakan bagaimana indikator yang diinginkan oleh Pj walikota sehingga dianggap lemah.

Apa indikator kinerja yang lemah dari Disdik? Tidak masuk akal. Dan saya sebagai mitra kerja di komisi D menganggap ibu Amelia sudah selesai melakukan regulasi yang telah dibuat Makassar terkait PPDB kemarin. Dan dia sudah menyelesaikan dengan baik,” imbuhnya.

“Sangat menyayangkan adanya pencopotan yang tidak rasional di detik-detik Pilkada ini. Sehingga menurut saya Pj juga harus dievaluasi ada apa dia di kepalanya,” pungkas Ajid.

Sebelumnya, Rudy Djamaluddin menegaskan, soal pencopotan itu bertujuan menghadirkan pelayanan pengabdian secara cepat dan terukur.

“Saya ingin menghadirkan pelayanan pengabdian terhadap Kota Makassar secepat mungkin, tetapi tetap terukur dan profesional. Tetapi, kalau ada perangkat-perangkat yang tidak mengikuti kecepatan kita, maka kita ganti,” tegas Rudy di Hotel Golden Tulip jalan Sultan Hasanuddin, Senin (1/9/2020) kemarin.

Sekadar diketahui, Senin (31/8/2020) Pj Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin, mencopot Amalia Malik dari jabatan Plt Kadis Pendidikan kemudian digantikan oleh Irwan Bangsawan yang notabene Kepala Dinas Ketenagakerjaan kota Makassar.

Selain Disdik juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Nirwan Mungkasa digantikan oleh Fatur Rahim yang juga menjabat Kepala Dinas perumahan. (andi)

Pos terkait