Akademisi : Program Ekonomi Appi-Rahman Realistis dan Benar Secara Akdemis

Setidaknya, mengurangi pengeluaran warga dari beban pungutan yang dilakukan secara legal oleh pemerintah kota, seperti iuran sampah, retribusi, dan pajak-pajak daerah yang menjadi kewenangan walikota.

Dengan mengurangi beban itu, kata Appi, akan memperkuat daya beli warga sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan hidup lainnya. Langkah berikutnya memberi insentif-insentif langsung, maupun meluncurkan program-program atau aturan-aturan yang memungkinkan masyarakat mengembangkan potensinya, meningkatkan pendapatannya, sehingga memperkuat daya belinya.

Bacaan Lainnya

Program yang dijanjikan Appi berupa insentif dan stimulus, antara lain program yang berkeadilan, mendorong bertumbuhnya basis-basis baru ekonomi sekaligus menstimulus ekspansi bagi usaha yamg sudah stabil dan memerlukan stimulus pengembangan.

Ia mencontohkan program satu RW satu UMKM akan membuka lapangan kerja, terutama bagi pemuda yang putus kerja atau yang menganggur. Mereka akan diberi pelatihan dan pendampingan, akses permodalan ke perbankan. Jika usaha itu berkembang, maka akan tercipta pembukaan lalangan kerja dan penyerapan tenaga kerja.

Dengan demikian, pengangguran teratasi, kemiskinan ditekan, kesejahteraan rakyat meningkat sebagai hakikat pembangunan ekonomi yang dijalankan pemerintah.

Bachtiar Maddatuang mengatakan, dalam kondisi pandemi covid ini, memang dibutuhkan hadirnya pemimpin kota di tengah masyarakat yang sedang susah.

Pos terkait