Danny Pomanto Diperiksa Terkait Laporan Bagi-bagi Beras

  • Whatsapp
Danny pomantyo, Calon Walikota Makassar.(IST)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Calon Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mendatangi Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Senin (19/10/2020).

Calon nomor urut 1 ini datang diiringi ratusan simpatisannya. Danny Pomanto memenuhi panggilan penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar terkait laporan Bawaslu Makassar.

Muat Lebih

Danny Pomanto mengatakan, pemanggilan dirinya di Polrestabes Makassar untuk memberikan keterangan di hadapan penyidik soal laporan adanya dugaan bagi-bagi beras yang viral media sosial.

“Pemeriksaan itu adalah pemeriksaan sebagai saksi, dimana ada peristiwa hukum di dalamnya. Saya mendapatkan 18 pertanyaan dari penyidik,” katanya.

Mantan Walikota Makassar periode 2014-2019 ini mengatakan langsung meminta tim hukumnya untuk mencari tahu kebenaran video tersebut. Ia membantah kalau spanduk yang ada di dalam video itu, miliknya dan tidak pernah punya kegiatan membagi-bagikan beras.

“Spanduk itu kan, bukan format saya. Terus orang-orang yang menurunkan beras itu pakai rompi tertentu milik salah satu kandidat. Sebelumnya ada bagi-bagi beras di Kokolojia, sangat jelas pakai rompi ini,” tambahnya.

Danny Pomanto pun meminta kepada seluruh kandidat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar untuk bersama-sama menjaga keamanan Kota Makassar selama tahapan Pilkada.

“Mari kita sama-sama bertarung gagasan. Biarlah masyarakat yang menilai karena saya yakin masyarakat Makassar sudah cerdas,” ujarnya.

Untuk diketahui, tim hukum pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Makassar nomor urut 2, Munafri Arifuddin-Rahman Bando telah melaporkan Paslon nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati (ADAMA) ke pihak Bawaslu Makassar terkait dugaan politik uang.

ADAMA diduga terlibat dengan modus membagi-bagikan beras terhadap warga Tamajene, Kelurahan Karuwisi Utara, RT 03, RW 07, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar, Sulsel.

Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) langsung melakukan penyelidikan dan hasil gelar perkaranya kemudian ditemukan adanya indikasi pelanggar tindak pidana Pemilu sehingga dilaporkan ke pihak kepolisian. (ani/riel)

Pos terkait