Pedagang Pasar Toddopuli Protes Kenaikan Jaspro

Pedagang Pasar Todopuli protes kenaikan jaspro.(FOTO : GILANG)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Penetapan tarif Jasa Sewa Tempat Usaha (Jasa Produksi atau Jaspro) yang ditentukan PD Pasar Makassar menjadi kontoversial. Para pedagang menganggap terlalu berlebihan.

Menurut salah satu Pedagang, Mustari keputusan PD Pasar Makassar sangat memberatkan pedagang yang ada di Pasar Toddopuli.

Bacaan Lainnya

“Sebelumnya PD Pasar mematok harga Rp 6 juta perbulan. Setelah itu diturunkan menjadi Rp 3 Juta. Itu sangat tidak konsisten menurut kami. Saya tegaskan, ini juga memberatkan kami, apalagi masih dalam masa pandemi,” ujarnya di depan awak media, Rabu (14/10/2020).

Ia mengaku heran dengan keputusan PD Pasar yang berubah-ubah.  ”PD Pasar tidak konsisten,” tegas Mustari.

Sementara itu, Pengacara Andi Raihan Amri SH mengatakan seharusnya PD Pasar lebih dulu melakukan sosialisasi terkait kenaikan tarif.

“Sesuai surat keputusan PD Pasar nomor : 974/001.a/Kep/PD. PSR/I/2019 ini tidak sesuai oleh para pedagang pasar apalagi pada masa pandemi ini. Terlebih PD Pasar juga harus melakukan sosialisasi terkait berapa penghasilan dan pendapatan. Bukan sewenang-wenang untuk menaikkan tarif,”  cetus  Andi Raihan.

Menurutnya, PD Pasar memberlakukan tarif Rp 10 Ribu per meter.  Itu berarti pedagang miminal mendapatkan pendapatan Rp 168 ribu sehari.  Raihan menilai ini cukup sulit didapat di tengah pandemi covid-19 ini.

“Apakah PD Pasar memikirkan betapa susahnya para pedagang? Saya tidak mengatakan ini adalah Jaspro, melainkan Jaspre (Jasa Preman),” kata Raihan. (lang/riel)

Pos terkait